Medan (Satu Nusantara News) – Hernowo Kisuanto, jemaah haji asal Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur (Jatim) mutasi masuk ke kelompok terbang (Kloter) 04 Medan, Sumatera Utara
“Jemaah haji Hernowo, mutasi masuk antarprovinsi,” ucap Kasubbag Humas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, H. Mulia Banurea,S.Ag.M.Si, saat dihubungi di Asrama Haji Medan, Selasa (06/05).
Ia menjelaskan, nomor manifest 160 atas nama Hernowo Kisuanto mutasi AntarProvinsi dari Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jatim.
“Jemaah haji Hernowo, berangkat ke tanah suci Mekkah dari Asrama Haji Medan, dalam keadaan sehat,” ujar Banurea.
Kasubbag Humas menambahkan, pengisian seat 96 atas nama Nur Zannah Hasibuan eks Kloter 03 Embarkasi Medan nomor manifes 106 asal Kabupaten Labuhanbatu Utara
Jemaah haji termuda atas nama Muhammad Hafiz Jauhari (23) dan jemaah haji tertua atas nama Daim Hashari Adullah (88).Jemaah haji Sarah Estinar Simarmata dari Medan ditunda berangkat ke tanah suci karena tidak laik terbang, jemaah haji Pariyem Sariban Abdullah dari Kabupaten Deli Serdang ditunda berangkat ke tanah suci karena tidak laik terbang
“Jemaah haji Kloter 04 Embarkasi Medan berjumlah 359 orang berasal dari Deli Serdang 348 orang, Medan dua orang, Sidoarjo satu orang, Labuhanbatu Utara satu orang, PHD Deli Serdang satu orang, PHD Medan dua orang, TPHI satu orang, TPIHI satu orang dan Tim Kesehatan dua orang,” kata Banurea.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan H. Ahmad Qosbi, S.Ag, MM, mengatakan bahwa pada kelompok terbang (Kloter) 04 ini terdapat banyak jemaah haji yang lanjut usia (Lansia).
“Petugas haji diminta untuk memprioritaskan jemaah haji lansia itu, sesuai tagline Kementerian Agama Haji Ramah Lansia,” ucap Qosbi, dalam sambutannya ketika melepas keberangkatan jemaah haji Kloter 04 Embarkasi Medan, di Aula 1 Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, Senin malam (05/05).
Ia menyebutkan, petugas yang mendampingi jemaah agar menjalankan amanah yang diberikan dengan baik, tulus dan iklhas serta fokus melayani jemaah haji dan tidak sibuk menjalankan ibadah pribadi.
“Petugas haji adalah orang-orang pilihan, oleh karenanya laksanakanlah tugas tersebut dengan penuh rasa tanggung jawab. Layanilah jemaah dengan sepenuh hati, dengan ramah dan senyum,” ucapnya.
Qosbi juga mengingatkan kepada jemaah haji agar saling tolong menolong saat menunaikan ibadah haji. “Niatkan dalam hati saling tolong menolong antarajemaah haji, jika tidak bisa dalam bentuk tenaga dengan perkataan, jika tidak bisa dengan perkataan, doa dan senyuman,” ujarnya.
Ketua PPIH juga menyampaikan, selama 41 hari melaksanakan ibadah haji di tanah suci, kemabruran haji ditentukan lima jam, saat jemaah haji Wukuf di Arafah. Manfaatkan lima jam tersebut untuk beribadah dengan baik.
“Saat Wukuf di Arafah jemaah haji akan disediakan satu nasi kotak, satu air mineral dan satu buah. Ambil sesuai dengan porsinya dan jangan serakah dengan mengambil hak orang lain,” kata Qosbi.
Ketua PPIH mengharapkan para Tamu Allah senantiasa diberikan kesehatan agar dapat melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan baik dan kembali ke tanah air memperoleh haji mabrur.(MN).
General Manajer PLN UID Sumut tinjau progres pembangunan jaringan listrik di Desa Unte Makmur Tapteng
Tapanuli Tengah (Satu Nusantara News) - General Manajer PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Mundhakir, turun langsung meninjau progres...









