Mekkah (Satu Nusantara News) – Seorang jemaah haji Khairunnida yang tergabung di kelompok terbang (Kloter 08) KNO Medan, meneteskan air mata saat dirinya melaksanakan Puncak Haji Wukuf di Arafah dengan penuh khidmat dan khusuk, Kamis (05/05).
“Meski, saat itu cuaca di Arafah cukup panas menyengat hingga 44 – 45 derajat celcius, namun tidak mengurangi semangat dirinya untuk memohon ampun kepada Allah SWT atas segala dosa-dosa yang pernah diperbuat,” ujar Khairunida yang juga Aparatur Sipil Negara (ASN) Bidang Haji Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, menceritakan pengalaman spiritualnya saat melaksanakan fase Arafah Muzdalifah dan Mina (Armina), Selasa (10/06).
Ia menyebutkan, ketika melaksanakan rangkaian Armuzna harus memperbanyak kesabaran dan bersyukur, akhirnya bisa melalui tahap demi tahap rangkaian ibadah haji tersebut dengan baik.
“Saat wukuf di Arafah saya sempat meneteskan air mata mengingat banyak kesalahan dan dosa dan melihat jutaan manusia berdoa menengadah ke langit mengiba memohon ampunan dan ridha Allah SWT,” ucapnya.
Khairunnida yang berangkat ke tanah suci bersama suami menyampaikan, bahwa air matanya tak terbendung ketika berdoa di Arafah memohon ampun dan merenungi segala dosa yang telah dilakukan dan teringat dengan keluarga dan orang-orang tersayang yang ditinggalkan serta tak lupa mendoakan mereka agar juga diampuni segala dosanya serta diberi kesempatan untuk mengunjungi Baitullah.
Khairunnida mengungkapkan, setelah melaksanakan Wukuf di Arafah kemudian menuju Muzdalifah. Walaupun agak sedikit berebut dan berdesakan, dirinya sangat menikmati perjalanan spiritual tersebut. Perjalanan dilanjutkan naik bus menuju Mina, kemudian melontar ke Jamarat.
“Pengalaman unik dan tidak terlupakan, saat pulang melontar yang ketiga kali dari Jamarat ke tenda Mina, saya dan suami terpisah dari rombongan. Mungkin karena jalan saya lambat karena sudah kelelahan,” ujarnya.
Khairunnida menceritakan, ia terus bertanya ketika bertemu polisi di tengah perjalanan, kemana arah tenda Mina. Agak bingung belum dapat juga tenda Mina, namun syukurnya sempat di foto di smartphone pintu masuk tenda di Mina waktu pertama sekali sampai di tenda Mina.
“Alhamdulillah akhirnya ketemu juga tenda Mina yang dicari dan senang rasanya bisa bertemu kembali dengan suami, walaupun sempat bertanya terus kepada beberapa petugas polisi,” ucapnya.
Terkait mengenai pelayanan haji selama berada di tanah suci, Khairunnida mengaku sangat puas mulai dari hotel yang sangat bagus dan nyaman hingga menu makanan yang seseuai selera Nusantara dan datang tepat waktu.
Menurut dia, seluruh rangkaian ibadah haji yang dilalui merupakan pengalaman spiritual yang tak terlupakan. Momen dimana merenungkan diri, bertaubat, dan memperbaiki diri di hadapan Allah SWT.
“Saya berharap setelah melaksanakan rangkaian ibadah haji akan menjadi insan yang lebih baik, sabar, bertakwa, serta lebih dekat dengan Allah SWT, dan mendapatkan haji mabrurah,” kata Khairrunida.(Rel)
PLN UID Sumut gelar aksi tanam pohon di Tapteng peringati Hari Bumi Sedunia
Tapanuli Tengah (Satu Nusantara News) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Utara melalui PLN UP3 Sibolga menggelar aksi...









