Humbang Hasundutan (Satu Nusantara News) – Agusnardi, setiap hari harus berjalan kaki sepanjang empat kilometer untuk menempuh madrasah tepencil di tengah bentangan perbukitan dan medan yang menantang di Dusun Janji Meriah, Desa Sionomhudon Tonga, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara.
Agusnardi, memiliki semangat luar biasa yang tumbuh dalam dirinya, siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Humbang Hasundutan yang sedang duduk di Kelas 4, merupakan putra kedua dari tiga orang bersaudara dari Master Tumanggor.
Agusnardi bercita- cita ingin menjadi seorang guru, dan memiliki hobby di bidang olahraga dan teladan di sekolahnya karena tekad dan kegigihannya dalam menuntut ilmu.
Setiap pagi, sebelum matahari terbit, Agusnardi sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah, seragam madrasah yang dikenakannya cukup rapi, tas kecil berisi buku dan alat tulis ditenteng di punggungnya. Ia berjalan kaki menyusuri jalan tanah berbatuan sejauh hampir empat kilometer untuk sampai ke madrasah tempat dirinya menimba ilmu
Bagi Agusnardi, jarak bukan halangan, hujan, panas, bahkan jalanan licin sehabis hujan tidak ada alasan bagi dirinya untuk tak berangkat ke sekolah.
Kecamatan Parlilitan memiliki mayoritas penduduk petani yang bergantung pada lahan pertanian dan membutuhkan perhatian dari Pemerintah untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan.
“Agusnardi anak yang dikenal tekun, dan jarang sekali absen di sekolah dan selalu rajin serta memiliki semangat belajar cukup tinggi,” ucap Kepala MIN 4 Humbang Hasundutan, Rosfawati Gajah, di Humbahas, Sabtu (30/08).
Rosfawati menyebutkan, meski Agusnardi tinggal di sebuah dusun yang cukup jauh, dia tidak pernah mengeluh. Justru menjadi penyemangat bagi teman-temannya untuk pergi sekolah.
Agunardi bercita-cita ingin menjadi guru agama. Ia ingin kelak mengajar dan kembali ke desanya untuk membagi ilmu kepada anak-anak di kampungnya sendiri.
Ketika ditanya kenapa ia memilih sekolah di madrasah, dengan polos ia menjawab, ingin belajar ilmu agama dan jadi menjadi orang yang baik, serta berguna bagi bangsa dan negara.
Di madrasah, Agunardi dikenal sebagai siswa yang sopan dan aktif. Ia mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Meskipun keterbatasan fasilitas yang ada di sekolah, namun tidak menjadi tantangan bagi Agunardi untuk belajar dan menimba ilmu.
“Agusnardi adalah cermin semangat anak-anak madrasah yang ada di pelosok negeri tercinta. Mereka belajar bukan karena kemudahan, tetapi karena kemauan yang cukup tinggi untuk meraih cita-cita untuk menyongsong Indonesia Emas.Di tengah keterbatasan, ada harapan besar yang terus mereka pupuk, dengan harapan masa depan yang lebih baik melalui pendidikan,” kata Kepala MIN 4 Humbahas.(Rel)
Gubernur serahkan SK penugasan kepada 248 kepala sekolah se- Sumut dan jangan ada Pungli
Medan (Satu Nusantara News) - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyerahkan Surat Keputusan (SK) penugasan kepada 248 kepala sekolah jenjang...









