Medan (Satu Nusantara News) – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, mengatakan wujud nyata komitmen Pemko Medan dalam mendorong kemandirian ekonomi serta membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi warga Disabilitas.
“Kita hidup diciptakan setara semuanya dan diberikan kesempatan dan kemampuan yang sama, sejatinya dalam kehidupan kita layak sekali memberikan kesempatan yang luas kepada seluruh warga termasuk warga disabilitas,” kata Rico Waas, dalam sambutannya ketika membuka pelatihan Vokasional yang diikuti 35 warga disabilitas yang diselenggarakan oleh Bappeda Medan, di Siloam Hospital Dirga Surya, Senin (20/10).
Rico Waas menyebutkan, hari ini melakukan pelatihan kepada warga disabilitas yang sejatinya memiliki kesempatan yang sama. Sebab diyakini seluruh manusia memiliki kemampuan dan potensi yang sama.
Ia menjelaskan, di kota- kota besar bahkan diluar negeri sudah banyak yang memberikan akses bagi warga disabilitas untuk ikut berperan dalam Pembangunan dengan kemampuan yang dimilikinya.
“Untuk itu kami menggaungkan di Kota Medan bagi para perusahaan agar warga disabilitas diberi akses untuk bekerja. Artinya Perusahaan sudah selayaknya memberikan akses dan pekerjaan bagi warga disabilitas,” katanya.
Rico Waas mengatakan, di Pemko Medan, tahun ini ada menerima enam PNS disabilitas dan telah dilantik, artinya Pemko Medan dengan pekerjaan yang bobotnya besar, bisa menerima warga disabilitas untuk bekerja.
Ia menambahkan, Pemko Medan harus dapat memberikan kesempatan kepada warga disabilitas, bukan berarti disabilitas tidak bisa bekerja. Mereka juga memiliki kemampuan yang sama, salah satunya pola pikiran mereka dapat lebih baik.
“Kami mengapresiasi kegiatan pelatihan Vokasional bagi warga Disabilitas. terima kasih atas dukungan yang diberikan stakeholder kepada warga disabilitas. Sudah layak kota ini menjadi ramah untuk semuanya, seperti slogan Medan untuk semua”, ujar Rico Waas.
Rico Waas meminta kegiatan pelatihan ini tidak hanya seremonial saja, namun menjadi peringatan bagi kita semua untuk mendorong baik di tingkat Pemerintahan maupun swasta untuk mempekerjakan warga disabilitas.
Sebelumnya Kepala Bappeda Ferry Ichsan menyampaikan pelatihan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemko Medan dalam mendorong kemandirian ekonomi serta membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi warga disabilitas agar dapat berperan aktif dalam pembangunan daerah.
Menurut Ferry, kegiatan ini juga menjadi implementasi nyata dari semangat Medan untuk semua, di mana seluruh unsur pemerintah dan dunia usaha serta masyarakat bersinergi dalam membangun sumber daya manusia yang inklusif dan berdaya saing.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kemandirian ekonomi warga disabilitas melalui pelatihan profesional yang berorientasi pada peningkatan keterampilan, kewirausahaan dan pemahaman masyarakat akan jaminan sosial”, jelas Ferry.
Ferry mengatakan, pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 20 sampai 22 Oktober 2025 di RS Siloam hospital dengan peserta sebanyak 35 orang warga disabilitas dari kota Medan.
“Pelatihan ini terlaksana tanpa menggunakan anggaran APBD Pemko Medan, namun melalui kerjasama sinergi antara Pemko Medan dengan mitra BPJS Ketenagakerjaan, PT KIM dan RS Siloam hospital”, ujarnya.
Turut hadir kepala BPJS Ketenagakerjaan, perwakilan PT KIM dan Pimpinan RS Siloam Hospital Dirga Surya, Ketua Kadin Kota Medan serta Ketua HIPMI Kota Medan.(Diskominfo Medan)
Rabbit Road – Mehr als nur ein Casino-Juwel
Sofort nach dem Einstieg fasziniert Rabbit Road Schweiz durch das aussergewöhnliches Entertainment. Jeder Spin liefert Adrenalin und Unterhaltung der Extraklasse....





