Deliserdang (Satu Nusantara News) – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara mengatakan jadikan kampanye penuntasan TBC ini sebagai gerakan bersama dan serentak di seluruh kabupaten/kota di Sumut.
“Sebagai wujud nyata kepedulian dan kebersamaan kita dalam menemukan, mengobati, dan menuntaskan TB di Sumut,” ujar Pj Sekdaprov) Sumut Sulaiman Harahap, dalam sambutannya saat membuka Kampanye Penuntasan TB di Sport Centre Sumut, Kabupaten Deliserdang, Minggu (9/11).
Sulaiman menyebutkan, seperti saat menghadapi pandemi Covid-19, perlu menggerakkan seluruh kekuatan pemerintah, tenaga kesehatan, kader TB, organisasi masyarakat, dunia usaha, dan masyarakat luas.
“Kita perlu menyuarakan bahwa TB adalah penyakit menular yang bisa disembuhkan, dan pemerintah menjamin ketersediaan obatnya,” ucap Sulaiman.
Kasus tuberkulosis (TB) masih menjadi persoalan serius di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan pada tahun 2023 terdapat 10,8 juta orang terjangkit penyakit ini.
Berdasarkan Global TB Report 2024, Indonesia menempati urutan kedua dengan beban kasus TB tertinggi di dunia setelah India. Diperkirakan terdapat sekitar 1.090.000 kasus TB di Indonesia, dengan angka kematian mencapai rata-rata 125.000 orang per tahun.
Di Sumatera Utara (Sumut), menurut data Dinas Kesehatan, pada periode Januari–Mei 2025 ditemukan 18.411 kasus TB. Sementara estimasi total kasus dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa Sumut masih perlu menemukan sekitar 74.297 kasus.
Menurut data Sistem Informasi TB (SITB) per 22 Oktober 2025, capaian indikator Standar Pelayanan Minimum (SPM) Sumut telah mencapai 70 persen, dari target 100 persen, sedangkan penemuan kasus baru sebesar 60% dari target 90%. Sulaiman menegaskan, target tersebut dapat dicapai melalui gerakan bersama dari seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Lilik Kurniawan menambahkan gerakan eliminasi TB tidak hanya menjadi tanggung jawab penderita, tetapi seluruh pihak harus terlibat. Kampanye Temukan, Obati, Sampai Sembuh (TOSS), perlu terus digemakan.
“Seperti saat Covid-19, semua harus terlibat. Kalau tidak, yang sehat pun bisa tertular. Ini bukan untuk mengucilkan yang terjangkit, tetapi agar semua lebih peduli,” jelas Lilik Kurniawan.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Pemprov Sumut juga memberikan piagam penghargaan kepada lima desa/kelurahan Siaga TB di Kabupaten Deliserdang, yaitu Desa Pasar Miring, Desa Medan Sinembah, Desa Bintang Meriah, Desa Sidodadi, dan Kelurahan Marindal.
Selain kampanye, acara juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, skrining awal TB, serta dialog interaktif. Bersamaan dengan kegiatan Car Free Day, Pemprov Sumut juga menggelar senam bersama bagi masyarakat.(Diskominfo Sumut).
Rabbit Road: Todo sobre el Slot Esencial
La diversidad del mercado gaming local permite explorar múltiples alternativas interesantes. Entre estas alternativas numerosas, https://rabbitroad-ar.pro/ genera expectativa diferenciándose por...





