Tapanuli Tengah (Satu Nusantara News) – Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, saat ini masih berada dalam status darurat pascabencana, akses menuju wilayah tersebut sangat terbatas akibat jalan yang tertutup material longsor dan sungai yang tersumbat, sehingga menghambat distribusi bantuan kepada warga terdampak.
Warga di sekitar Kecamatan Tukka meminta alat berat untuk membersihkan material longsor yang menimbun rumah mereka, sekaligus membuka kembali akses jalan yang terputus.
Gubernur Sumut Bobby Nasution menyampaikan bahwa pemerintah sedang mengupayakan percepatan pembukaan jalur.”Kami sedang berupaya keras membuka jalur, namun masih diperlukan kerja sama dan kesabaran untuk mencapai wilayah terdampak,” ujar Bobby, Selasa (2/12)
Di posko pengungsian SMA Negeri 1 Tukka, bantuan logistik mulai masuk, termasuk bahan makanan dan akses internet sementara yang digunakan warga untuk menghubungi keluarga.
Meski demikian, kebutuhan air bersih masih mendesak. Pemerintah terus berkoordinasi untuk memastikan pasokan air bersih dapat segera dipenuhi bagi para pengungsi.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, melalui Gubernur Bobby Nasution juga berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, serta lembaga terkait untuk mempercepat pemulihan akses jalan, listrik, dan komunikasi di Tapanuli Tengah.
“Kami akan terus berupaya keras untuk membantu warga terdampak dan memastikan bantuan tepat sasaran,” ucap Bobby.
Pemerintah tetap mengupayakan distribusi bantuan logistik dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada demi keselamatan. Gubernur Bobby menyerukan doa dan dukungan agar warga Tukka dan seluruh masyarakat Tapteng dapat segera pulih dan kembali beraktivitas normal.(MN)
Tim SAR gabungan temukan lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusarung Kabupaten Pangkep
Pangkep (Satu Nusantara News) - Tim SAR gabungan berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Desa...









