Selasa, Januari 20, 2026
  • Login
Satu Nusantara
  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TNI POLRI
  • HUKUM & KRIMINAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TNI POLRI
  • HUKUM & KRIMINAL
No Result
View All Result
Satu Nusantara
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TNI POLRI
  • HUKUM & KRIMINAL
Home DAERAH

Walikota: Banjir besar pada 27 November 2025 harus jadi fondasi penguatan kesiapsiagaan penanganan bencana di kota Medan

Munawar by Munawar
Januari 20, 2026
in DAERAH
0
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas (tengah) saat  memimpin Rapat Kerja Tematik Pelaksanaan Pembangunan Kota Medan Tahun 2026 Dalam Rangka Peningkatan Ketangguhan Bencana, Pengendalian Banjir, Kesiapsiagaan Kota, di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Medan.(Satunusantara news/HO-Diskominfo Medan).

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas (tengah) saat memimpin Rapat Kerja Tematik Pelaksanaan Pembangunan Kota Medan Tahun 2026 Dalam Rangka Peningkatan Ketangguhan Bencana, Pengendalian Banjir, Kesiapsiagaan Kota, di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Medan.(Satunusantara news/HO-Diskominfo Medan).

319
SHARES
2.5k
VIEWS

Medan (Satu Nusantara News) – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, mengatakan banjir besar yang melanda 19 dari 21 kecamatan di wilayah Kota Medan pada 27 November 2025, tidak boleh menjadi sekadar catatan sejarah, tetapi harus menjadi fondasi penguatan total kesiapsiagaan dan penanganan bencana di Medan.
Penegasan tersebut disampaikan Rico Waas saat memimpin Rapat Kerja Tematik Pelaksanaan Pembangunan Kota Medan Tahun 2026 Dalam Rangka Peningkatan Ketangguhan Bencana, Pengendalian Banjir, Kesiapsiagaan Kota, di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Medan, Rabu (14/01).
Rapat kerja ini turut diikuti antara lain oleh Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, Kepala Bappeda Ferri Ichsan, Inspektur Erfin Fahrurrazi, serta sejumlah kepala dinas dan badan di lingkungan Pemko Medan.
Rico Waas mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak melupakan pengalaman pahit tersebut, yang bahkan dirasakan sebagai banjir terbesar oleh warga Medan yang seumur hidup tinggal di kota ini.
Wali Kota menegaskan, kejadian serupa sangat mungkin terulang. Berdasarkan diskusinya dengan Balai Wilayah Sungai (BWS), banjir besar 2025 disebut sebagai siklus 25 tahunan. Namun, dengan kondisi iklim dan cuaca yang semakin sulit diprediksi, potensi bencana dapat terjadi lebih cepat. Karena itu, Pemko menjadikan peristiwa 27 November sebagai bahan evaluasi menyeluruh.
Ia menekankan, penanganan bencana tidak boleh hanya dibebankan kepada BPBD. Meski BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Dinas Sosial menjadi ujung tombak di lapangan, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) harus terlibat aktif sesuai tugas dan fungsinya masing-masing, baik dalam pengawasan, mitigasi, maupun penanganan saat bencana terjadi.
Terkait Standar Operasional Prosedur (SOP), Wali Kota menilai pola koordinasi penanganan bencana perlu disederhanakan agar lebih cepat, taktis, dan efektif.
Ia mendorong pengembangan aplikasi kebencanaan terintegrasi yang memuat data Early Warning System (EWS), kewilayahan, dan laporan petugas lapangan. “Sistem ini diharapkan mampu memberikan gambaran kondisi secara real time kepada pimpinan sehingga pengambilan keputusan dan penyaluran bantuan dapat dilakukan lebih tepat sasaran,” ucapnya.
Dalam aspek komunikasi darurat, Rico Waas menyoroti gangguan jaringan yang kerap terjadi di wilayah terdampak banjir. Ia meminta agar solusi teknis disiapkan secara matang, termasuk kesiapan perangkat pendukung komunikasi seperti Starlink, mulai dari penempatan, mekanisme penggunaan, hingga penanggung jawab di lapangan.
Wali Kota juga menekankan penguatan relawan tanggap bencana sebagai bagian dari sistem penanganan yang menyeluruh. “Relawan diharapkan tidak hanya dibentuk di tingkat kelurahan, tetapi juga di setiap instansi, gedung, dan sektor usaha, seperti perbankan dan restoran. Setiap pegawai didorong untuk memiliki peran sebagai relawan, dengan sistem komunikasi dua arah antara relawan dan BPBD,” katanya.
Wali Kota mengakui keterbatasan jumlah personel BPBD menjadi tantangan besar mengingat luas wilayah Kota Medan yang mencapai sekitar 250 kilometer persegi. Pengalaman banjir sebelumnya menunjukkan, konsentrasi penanganan di satu wilayah berisiko membuat wilayah lain terabaikan. Oleh karena itu, lanjutnya, relawan perlu dipersiapkan melalui pelatihan yang fleksibel, termasuk pelatihan daring, serta melibatkan mahasiswa dan masyarakat umum dengan sistem rekrutmen yang jelas.
Selanjutnya, Rico Waas meminta setiap kelurahan menetapkan titik kumpul dan lokasi evakuasi yang mampu menampung 150 hingga 300 orang. Setiap kecamatan juga harus memiliki tempat evakuasi skala besar dengan kapasitas lebih dari 1.000 orang. Lokasi tersebut harus aman, mudah diakses, berada di area yang lebih tinggi, dan didukung kerja sama dengan pemilik lokasi melalui nota kesepahaman, termasuk pengelolaan logistik.
Dalam hal logistik, Wali Kota menekankan perlunya standar makanan dan kebutuhan dasar di lokasi evakuasi yang praktis, bergizi, dan mudah disajikan. Ia meminta BPBD melakukan riset terkait jenis makanan instan dan pemanfaatan teknologi pangan agar penanganan pengungsi berjalan efektif.
Pada aspek sarana dan prasarana, Wali Kota menegaskan perlunya evaluasi dan penguatan peralatan kebencanaan yang masih terbatas. Ia meminta penguatan BPBD, termasuk kendaraan operasional dan peralatan pendukung, dijadikan prioritas. Selain itu, ia mendorong kerja sama dengan komunitas kendaraan off-road melalui pendataan dan MoU, serta menegaskan pentingnya Pemko Medan memiliki kendaraan tangguh banjir sendiri.
Terkait sistem peringatan dini, Rico Waas meminta agar Early Warning System dipersiapkan secara optimal, termasuk penempatan alat di kanal banjir dan titik rawan lainnya. Ia juga menyoroti pentingnya edukasi dan pelatihan evakuasi kepada masyarakat. Menurutnya, masih banyak warga yang menunda evakuasi karena salah persepsi terhadap kondisi bencana hingga akhirnya terjebak.
Oleh karena itu, mitigasi berbasis pemahaman psikologis masyarakat perlu diperkuat. Penggunaan sirene sebagai tanda evakuasi harus memiliki standar yang jelas dan memberikan efek kejut agar masyarakat memahami urgensi kondisi darurat. Informasi evakuasi juga harus disampaikan melalui pengeras suara di lokasi strategis, seperti rumah ibadah dan fasilitas umum.
“Seluruh rangkaian mitigasi, edukasi, dan teknis evakuasi tersebut diminta untuk dituangkan dalam SOP yang jelas dan terintegrasi,” katanya.(MN)

Previous Post

Lapas Kelas I Medan gelar razia rutin dan deteksi keamanan blok hunian warga binaan

Next Post

Walikota: Dinas SDABMBK harus miliki data dan pemahaman paling mutakhir tentang kondisi drainase di Kota Medan

Munawar

Munawar

Related News

Gods of Plinko – Traditionele banking methods

by Munawar
Januari 20, 2026
0

In het huidige digitale tijdperk zoeken spelers naar online speelautomaat markt die zowel innovatief als betrouwbaar zijn. Deze casino-optie komt...

Spiegazione Nazionale su la Slot Machine Gods of Plinko

by Munawar
Januari 20, 2026
0

L'ecosistema dell'intrattenimento digitale si espande attraverso l'introduzione di meccaniche innovative e design accattivanti. Gli sviluppatori competono per offrire esperienze memorabili...

Spiegazione Nazionale su la Slot Machine Gods of Plinko

by Munawar
Januari 20, 2026
0

L'ecosistema dell'intrattenimento digitale si espande attraverso l'introduzione di meccaniche innovative e design accattivanti. Gli sviluppatori competono per offrire esperienze memorabili...

Gods of Plinko machine à sous – Aperçu global

by Munawar
Januari 20, 2026
0

Capturez l'essence des propositions actuelles, Gods of Plinko subjugue avec ses caractéristiques uniques. Rejoignez les joueurs qui apprécient https://godsofplinko.fr/ pour...

Next Post
Walikota: Dinas SDABMBK harus miliki data dan pemahaman paling mutakhir tentang kondisi drainase di Kota Medan

Walikota: Dinas SDABMBK harus miliki data dan pemahaman paling mutakhir tentang kondisi drainase di Kota Medan

Walikota Medan: Pentingnya kesiapan sistem evakuasi di gedung bertingkat dan larangan penyalahgunaan gang kebakaran

Walikota Medan: Pentingnya kesiapan sistem evakuasi di gedung bertingkat dan larangan penyalahgunaan gang kebakaran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News

IKAT’88 gelar event bergengsi 40 Years Inauguration Golf Tournament di Pondok Indah Golf Course Jakarta

IKAT’88 gelar event bergengsi 40 Years Inauguration Golf Tournament di Pondok Indah Golf Course Jakarta

November 16, 2024

Dosen Agama Islam Unimed beri pendampingan bagi mahasiswa belajar baca Al- Qur’an

Oktober 26, 2024
Paslon Wali kota dan Wakil Wali kota Sibolga nomor 4 tolak debat satu kali diagendakan KPU

Paslon Wali kota dan Wakil Wali kota Sibolga nomor 4 tolak debat satu kali diagendakan KPU

November 3, 2024
ADVERTISEMENT

Alamat Redaksi

Jalan Halat Nomor 34/17 Kelurahan Pasar Merah Barat, Kecamatan Medan Kota,Kota Medan, Sumatera Utara.

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak

Hak Cipta Satunusantara.news© 2025 Web Development PT.TAB

No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TNI POLRI
  • HUKUM & KRIMINAL

Hak Cipta Satunusantara.news© 2025 Web Development PT.TAB

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In