Medan (Satu Nusantara News) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara, Zulkifli Sitorus, menegaskan bahwa kartu nusuk merupakan dokumen vital yang wajib dijaga bagi seluruh jemaah haji selama berada di Tanah Suci.
“Kalau tidak ada kartu nusuk, jemaah tidak akan diizinkan masuk ke Masjidil Haram untuk melaksanakan Tawaf dan Sa’i.Bahkan saat wukuf di Arafah, kartu nusuk juga menjadi syarat utama. Kalau tidak bisa masuk Arafah, maka hajinya tidak sah,” ucap Zulkifli dalam pengarahannya, saat menerima Jemaah Haji Kloter 12 Embarkasi Medan Tahun 1447 H/2026 M, dan pembagian kartu nusuk kepada 36 Ketua Regu (Karu) untuk selanjutnya disalurkan kepada seluruh jemaah sebelum menjalani rangkaian layanan satu atap di Gedung Jabal Nur, Asrama Haji Medan, Senin (04/05).
Kloter 12 terdiri atas 360 orang, dengan rincian 153 jemaah pria dan 207 jemaah wanita. Mayoritas jemaah berasal dari Kota Padangsidimpuan sebanyak 344 orang. Selebihnya berasal dari Kabupaten Tapanuli Utara tujuh orang, Kabupaten Tapanuli Tengah dua orang, Kabupaten Asahan satu orang, Kota Medan satu orang, serta didampingi petugas kloter dan petugas haji daerah.
Ia meminta jemaah tidak sembarangan membagikan foto kartu nusuk ke media sosial karena di dalamnya terdapat barcode dan data lengkap jemaah yang berpotensi disalahgunakan pihak tidak bertanggung jawab.
“Pada kartu nusuk itu ada identitas lengkap, layanan transportasi, pemondokan, konsumsi hingga barcode. Karena itu jangan difoto lalu disebarluaskan,” ujarnya.
Zulkifli menyampaikan selamat datang kepada seluruh jemaah atas nama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia serta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan.
Ia menyebutkan keberangkatan haji merupakan panggilan suci yang patut disyukuri dan dijaga dengan kesiapan fisik maupun mental agar seluruh proses ibadah berjalan lancar.
“Kami berharap seluruh pemeriksaan berjalan baik, baik kesehatan, administrasi maupun kelengkapan lainnya sehingga tidak ada hambatan menjelang keberangkatan menuju Madinah,” katanya.
Proses pelayanan satu atap terhadap jemaah dimulai dengan pemeriksaan kesehatan tahap akhir yang mengusung Motto Haji” Ramah Lansia, Disabilitas dan Perempuan”.
Zulkifli juga mengingatkan jemaah agar menjaga kebersamaan dan saling membantu selama di Tanah Suci tanpa membedakan asal daerah.
“Kemabruran haji bukan hanya diukur dari banyaknya ibadah ritual, tetapi bagaimana jemaah mampu menghadirkan kesalehan sosial, saling peduli dan memberi manfaat kepada sesama,” ujarnya.
Ia meminta agar jemaah memanfaatkan waktu selama berada di Asrama Haji Medan untuk beristirahat dan memulihkan stamina sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi.
Kloter 12 didampingi lima petugas kloter, yakni Muhammad Asroi Saputra sebagai TPHI, Akmal Marzuki Harahap sebagai TPIHI, Uswatul Khoirot sebagai TKHI dokter kloter, Julfikar Halim sebagai paramedis, dan Syahdan Siregar sebagai Petugas Haji Daerah (PHD).
Sementara itu, jemaah termuda Kloter 12 tercatat atas nama Dairyl Aprillevi Zaki (18) asal Kota Padangsidimpuan, jemaah tertua yakni Aisyah Nasution (83) juga berasal dari Kota Padangsidimpuan.
Selama berada di Madinah, jemaah Kloter 12 akan menempati Hotel Manar Aleiman sektor 5, sedangkan selama di Makkah ditempatkan di Habraj Almisk Hotel sektor 6.
Turut hadir dalam penerimaan Kloter 12 tersebut Asisten I Pemerintah Kota Padangsidimpuan Iswan Hasibuan, Kabag Kesra Pemko Padangsidimpuan Rusyadi Nasution, Kabag Kesra Kabupaten Asahan H. Basuki, Kabid Keamanan AKBP H. Herwansyah, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Padangsidimpuan, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Asahan, serta jajaran PPIH dan P3IH Embarkasi Medan.(Rel)
Kapolda Sumut apresiasi layanan digital PLN Mobile saat coba pengisian SPKLU Ultra Fast Charging
Medan (Satu Nusantara News) - Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, mengapresiasi kemudahan layanan digital PLN...








