Tangerang (Satu Nusantara News) – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara meraih empat penghargaan sekaligus dalam Bimbingan Teknis PIMPASA yang diselenggarakan Direktorat Intelijen Keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi Tahun Anggaran 2026 di Tangerang, Rabu (28/10).
Penghargaan tersebut diperoleh dari hasil kerja keras dilakukan oleh Kanwil Ditjen Imigrasi Sumut yang membentuk 171 Desa Binaan Imigrasi dan 53 PIMPASA, program tersebut kini diakui secara nasional.
Penghargaan itu mencakup tiga kategori yakni kantor wilayah, satuan kerja, hingga individu. Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sumatera Utara, Dr.Parlindungan,SH,MH, juga menerima penghargaan Kanwil Teraktif I dalam pembinaan, pengendalian, dan pengawasan program Desa Binaan Imigrasi (DBI) dan PIMPASA.
Selanjutnya, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan dan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sibolga turut dinobatkan sebagai satuan kerja teraktif. Sementara itu, Bayu Segara dari Kantor Imigrasi Belawan meraih predikat PIMPASA Teraktif se-Indonesia.
Capaian ini berhasil diraih, setelah dua bulan lamanya Kanwil Ditjen Imigrasi Sumut mengukuhkan 171 Desa Binaan Imigrasi dan 53 PIMPASA pada Agustus 2026. Pengukuhan tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto serta Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko.
Bimtek dihadiri Direktur Intelijen Keimigrasian Agus Waluyo, para kepala kantor wilayah, kepala satuan kerja, serta PIMPASA dari seluruh Indonesia. Dalam sambutannya, Agus Waluyo menegaskan bahwa PIMPASA adalah wujud implementasi visi Imigrasi untuk Rakyat sesuai arahan Dirjen Imigrasi.
Menurut Waluyo, penguatan kompetensi PIMPASA menjadi kunci membangun desa binaan yang mampu mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian. Program ini pun telah mendapat apresiasi dari Bappenas saat melakukan peninjauan langsung.
Bagi Kanwil Imigrasi Sumut, penghargaan ini bukan sekadar seremoni. Keberadaan desa binaan dan PIMPASA menempatkan layanan dan pengawasan keimigrasian lebih dekat dengan masyarakat, terutama dalam upaya edukasi, pengawasan, dan pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) serta keberangkatan pekerja migran Indonesia secara nonprosedural.
Capaian ini juga memperkuat posisi DBI dan PIMPASA sebagai program prioritas nasional yang mendukung agenda pembangunan Bappenas, sekaligus sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Prestasi ini diharapkan menjadi motivazi untuk memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, agar pencegahan TPPO dan migrasi nonprosedural dapat dijalankan dari akar rumput di wilayah Sumatera Utara.(Rel)
\









