Medan (Satu Nusantara News) – Baharuddin Harahap (76) seorang petani sawit asal Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumatera Utara, selama 13 tahun menabung dan menyisihkan pendapatannya untuk bisa berangkat menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekkah.
“Alhamdulillah, akhirnya dirinya bisa juga menginjakkan kaki ke tanah suci yang menjadi dambaan bagi setiap umat muslim,” ucap Baharuddin, saat ditemui Satu Nusantara News, di Masjid Asrama Haji Medan, Kamis (23/05).
Tamu Allah Baharuddin Harahap adalah tergabung di kelompok terbang (Kloter) 10 Embarkasi Medan.
Baharuddin menyebutkan bahwa dirinya tidak menyangka bisa berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun 2024 ini, karena hanya seorang petani kecil yang memiliki penghasilan tidak menentu.
Ya, bisa saja, pendapatan yang diperolehnya sangat kecil, karena harga sawit sangat rendah (jatuh) dan sedang lagi anjlok di pasaran, sehingga mengganggu perekonomian masyarakat.
“Namun, mudah-mudahan selama ini harga buah sawit di pasaran sedang baik-baik saja, sehingga tabungannya untuk berangkat ke Mekkah, lancar dan tidak mengalami kendala,” ucap Baharuddin, dengan penuh semangat saat berada di Asrama Haji Medan.
Baharuddin juga menjelaskan, dirinya dimudahkan untuk bisa berangkat ke tanah suci, karena selesai melaksanakan shalat selalu berdo’a kepada Allah SWT, semoga dimudahkan niat dan citanya ke Mekkah.
Ia juga mengajak kepada rekan-rekan petani yang ada di Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara, dan di Indonesia agar dapat menyisihkan sebahagian pendapatan dari hasil penjualan buah sawit untuk ditabungkan sehingga bisa berangkat haji.
Tamu Allah Baharuddin juga berpesan dalam menunaikan ibadah haji ini, agar diri dalam keadaan bersih, sehat, dan segala pikiran yang kurang baik ditinggalkan (dibuang) sehingga dalam melaksanakan kegiatan haji di tanah suci dalam keadaan tenang dan fokus.
“Semoga Tamu Allah dari Kloter 10 Embarkasi Medan, mendapat haji yang mabrur seperti yang dicita-citakan para jemaah,” kata Baharuddin.
Sebelumnya, Tamu Allah Sartiyah Siregar Binti Hasbullah (60) asal Kabupaten Padang Lawas (Palas) yang tergabung di kelompok terbang (Kloter) 10 Embarkasi Medan ditunda keberangkatannya ke Tanah Suci, karena mengalami penyakit Hipoksia.
“Dalam surat yang dikeluarkan dokter disebutkan bahwa Sartiyah menderita penyakit Hipoksia. Kondisi tersebut tidak layak untuk diberangkatkan, maka yang bersangkutan ditunda keberangkatannya,”ucap Staf Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, Imam Mukhair, Kamis (23/05).
Imam menyebutkan penundaan keberangkatan Sartiyah berdasarkan surat rekomendasi pembatalan/tunda berangkat jemaah haji Nomor: 09/Bidkes/PPIH/2024 tertanggal 23/5/2024 yang ditandatangani Dokter Pemeriksaan Akhir, dr. Muhammad Sofyan Hendri atas nama Ketua Bidang Kesehatan Embarkasi/Debarkasi Medan yang ditujukan kepada Ketua PPIH Embarkasi/Debarkasi Medan.
“Sartiyah dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Haji Medan,” ucapnya.
Ia mengatakan jemaah Kloter 10 yang berangkat ke Tanah Suci tercatat sebanyak 358 orang, namun satu orang batal karena mengalami sakit atas nama Sartiyah Siregar. Jumlah yang berangkat hanya 357 orang terdiri atas Kabupaten Padang Lawas 271 orang, Kota Medan 78 orang, petugas daerah tiga orang, dan petugas pusat lima orang.
Jemaah termuda dengan usia 19 tahun atas nama Nassem Al Jourdi Bin Abdul Hadi asal Kota Medan, jemaah tertua dengan usia 87 tahun atas nama Sariyam Hasibuan Binti Abu Kasim Hasibuan asal Padang Lawas.
“Jemaah Kloter 10 diberangkatkan dari Asrama Haji Medan ke Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang oleh Sekda Padang Lawas Arfan Nasution,” jelas Imam.
Particularités de l’offre Betify
Introduction à l'univers du casino Afin d'améliorer la qualité, le marché progresse continuellement pour offrir des expériences optimales. Ainsi, progressivement,...






