Medan (Satu Nusantara News) – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menginginkan agar empat kawasan di Provinsi Sumut, yakni kawasan perekonomian, kawasan pariwisata, kawasan daerah tertinggal, dan kawasan perkotaan tidak lagi terjadi blank spot (area tanpa sinyal internet).
“Untuk mewujudkan hal itu, maka dibutuhkan kolaborasi antara Pemprov Sumut dan PT Telkom,” kata Bobby Nasution saat menerima audiensi jajaran Direksi PT Telkom di Kantor Gubernur Sumut, Senin (6/10).
Bobby menyebutkan untuk saat ini fokus pada kawasan daerah tertinggal. Seperti di Pulau Nias. Sebelumnya, di sana ada empat kabupaten daerah tertinggal. Sekarang sudah tinggal satu saja, Nias Utara.
Kemudian kawasan pariwisata, ekonomi dan perkotaan yang memerlukan dukungan internet. Apalagi daerah pariwisata yang mempunyai banyak kunjungan wisatawan.
Pada kesempatan itu, Bobby mengenalkan tentang program hasil terbaik cepat (PHTC) berupa digitalisasi pelayanan publik cepat, responsif, handal, dan solutif (CERDAS). Program tersebut diharapkan memberikan akses internet untuk ruang publik di seluruh wilayah Sumut.
Bobby bercerita pengalamannya saat kunjungan kerja (kunker) beberapa waktu lalu ke wilayah perbatasan Labuhanbatu Utara (Labura) dengan Kabupaten Toba. Di sana, bukan hanya jaringan internet yang tidak ada, begitu juga dengan listrik.
“Ada beberapa titik di Sumut yang belum bisa mengakses internet. Kami berharap Telkom bisa menyupport program Pemprov Sumut,” katanya.
Sebelumnya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut Erwin Hotmansah Harahap, menyebutkan dari 5.662 Desa di Sumut, terdapat 62 Desa yang berada di 10 Kabupaten, yang masih mengalami blank spot.
Sepuluh kabupaten tersebut yakni Humbanghasundutan (Humbahas), Dairi, Tapanuli Tengah (Tapteng), Tapanuli Selatan (Tapsel), Nias Selatan, Karo, Toba, Tapanuli Utara (Taput), Mandailing Natal (Madina), dan Padanglawas Utara (Paluta). “Dari 62 desa, 31 di antaranya ada di Paluta,” kata Erwin.
Executive Proce Presiden PT Telkom Regional I Sumatera Dwi Pratomo Juniarto, menegaskan siap berkolaborasi untuk memberikan dukungan pemenuhan kebutuhan internet di Provinsi Sumut.
“Setelah ini kami akan melakukan verifikasi lokasi yang belum tercover, titik mana saja di Sumut yang menjadi prioritas untuk fasilitas internet,” ucapnya.(Diskominfo Sumut).
Gods of Plinko – Traditionele banking methods
In het huidige digitale tijdperk zoeken spelers naar online speelautomaat markt die zowel innovatief als betrouwbaar zijn. Deze casino-optie komt...





