Medan (Satu Nusantara News) – Guru Besar Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, mengatakan pendidikan berperan penting dalam mewujudkaan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
“Pertumbuhan ekonomi yang tidak disertai dengan pembangunan manusia akan kehilangan makna dan arah,”
ujar Prof Syawal Gultom, dalam pemaparannya yang berjudul “Educational Perspective for Sustainable Economics”, dalam kegiatan The 2nd International Conference on Economic Sustainability (IECES) diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Unimed, dihadiri 1.300 peserta terdiri atas dosen dan mahasiswa di Auditorium Unimed, Rabu (30/10).
Mengutip pemikiran ekonom peraih Nobel Amartya Sen dan mantan Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy, Prof. Syawal menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi tanpa investasi pada pengembangan manusia bersifat tidak etis, dan kemajuan ekonomi tanpa kemajuan sosial hanya akan membuat sebagian besar manusia tertinggal.
Pandangan tersebut, menurut Prof. Syawal, sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini, di mana pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya menurunkan angka kemiskinan.
“Indonesia memang tumbuh secara ekonomi, tetapi masih ada sekitar 23,85 juta penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia belum merata dan belum berpihak kepada kesejahteraan rakyat,” ucap tokoh pendidikan nasional itu.
Lebih lanjut, Prof. Syawal menjelaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam memperbaiki arah pembangunan nasional. Melalui pendidikan, masyarakat dapat memahami nilai-nilai keadilan, tanggung jawab sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Prof. Syawal juga menyoroti pentingnya inovasi sebagai kunci kemajuan bangsa. Berdasarkan Global Innovation Index, Indonesia masih berada di peringkat keenam di kawasan Asia. Rendahnya daya inovasi tersebut bukan semata-mata karena keterbatasan sumber daya, melainkan karena sistem pendidikan yang belum sepenuhnya menumbuhkan kreativitas dan kebebasan berpikir.
“Tidak ada jalan lain untuk meningkatkan daya saing dan menurunkan kemiskinan, selain melalui pendidikan yang menumbuhkan inovasi,” kata Ketua Senat Unimed ini.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Syawal juga menguraikan lima pilar pendidikan yang berperan penting dalam membangun ekonomi berkelanjutan, yaitu 1. Menumbuhkan kesadaran dan pemahaman nilai kemanusiaan sebagai dasar pembangunan ekonomi yang adil. 2. Mengembangkan pemikiran etis dan kritis, agar masyarakat mampu menilai praktik ekonomi secara moral.3. Menumbuhkan tanggung jawab sosial dan lingkungan, dengan memahami keterkaitan antara ekonomi, masyarakat, dan alam.
Kemudian, 4. Mencetak inovator dan pemimpin masa depan yang berkarakter, jujur, serta berorientasi pada kemaslahatan publik. 5.Mengintegrasikan pendidikan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), seperti pengentasan kemiskinan, kesetaraan gender, dan pelestarian lingkungan.
Pada bagian akhir paparannya, Prof. Syawal menyimpulkan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama bagi ekonomi berkelanjutan. Melalui pendidikan, manusia dibentuk untuk berpikir rasional, berperilaku etis, dan bertanggung jawab terhadap masyarakat serta lingkungannya.
“Pendidikan adalah dasar bagi peradaban ekonomi yang berkeadilan. Melalui pendidikan, kita mencetak manusia yang mampu berpikir, bertindak, dan mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Prof. Syawal juga menegaskan komitmennya bahwa upaya membangun bangsa harus dimulai dari membangun sekolah.
“Bangun negeri dari sekolah,” katanya.
Kegiatan IECES 2025 yang berlangsung dengan antusias menjadi forum penting bagi para akademisi untuk memperkuat pemahaman tentang hubungan antara pendidikan, ekonomi, dan keberlanjutan. Melalui pandangan Prof. Syawal, peserta diajak melihat bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi mencetak tenaga kerja, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam membangun bangsa yang adil, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Dekan Fakultas Ekonomi Unimed, Dr. Haikal Rahman, M.Si, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung serta menyukseskan kegiatan IECES 2025. Dr. Haikal berharap hasil dari seminar ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
Kegiatan IECES 2025 dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Negeri Medan, Prof. Dr. Baharuddin, ST, M.Pd. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor Unimed, Sekretaris Senat, para dekan di lingkungan Unimed, ketua lembaga, serta sejumlah narasumber internasional, antara lain Assoc. Prof. Dr. M. Nazri Bin M. Nur, Dr. Mohammad Zubir Abd. Mazid, dan Dr. Erialdi Bin Syarial dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Dr. Antoinette Flyenn dari Irlandia, serta Iwan A. J. Sianturi, Ph.D. dari Amerika Serikat.(Rel)
Wali Kota Medan hadiri pencanangan Pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Tanjung Selamat
Medan (Satu Nusantara News) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas diwakili Sekda Wiriya Alrahman, menghadiri pencanangan Pembangunan...









