Medan (Satu Nusantara News) – Guru Besar Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Dr Syawal Gultom,M.Pd, mengatakan pentingnya memadukan teknologi dengan nilai kemanusiaan dalam pendidikan, dan inovasi digital harus diarahkan untuk memperkuat kreativitas, inklusivitas, dan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik tanpa melupakan aspek karakter dan budaya.
“Kita harus memastikan bahwa inovasi digital dalam pendidikan tetap berpijak pada nilai kemanusiaan. Teknologi hanyalah alat, sedangkan tujuan akhirnya adalah membentuk manusia yang berkarakter, kreatif, dan berdaya saing global,” ucap Prof. Syawal Gultom, sebagai pembicara pada Seminar Internasional Fakultas Bahasa dan Seni Unimed, The 7th International Seminar on Language, Arts, and Literature Education (ISLALE 2025) di Hotel Emerald Garden, Medan, Rabu (24/09)
Seminar internasional bergengsi ini mengusung tema “Reimagining Languages and Arts Education in the Digital Space for a Future of Innovation, Creativity, and Personalised Learning Experiences,”.
Sementara itu, pembicara lainnya dari Universitas Negeri Malang, President of TEFLIN, Prof. Dr. Utami Widiati, M.A., Ph.D, dalam paparannya menggarisbawahi pentingnya penerapan Deep Learning (DL) dan Differentiated Instruction (DI) berbasis teknologi dalam pembelajaran.
Menurut Prof Utami, pendekatan ini tidak hanya meningkatkan motivasi dan keterlibatan belajar, tetapi juga mampu membangun identitas budaya, kepercayaan diri, dan keterhubungan siswa dengan dunia nyata. “Deep Learning bukan sekadar proses kognitif, tetapi sarana untuk menumbuhkan kreativitas, kepercayaan diri, dan keterhubungan siswa dengan dunia nyata. Teknologi harus dimanfaatkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna, relevan, dan humanis bagi semua peserta didik,” jelas Prof. Utami.
Rektor Unimed, Prof Dr Ir Baharuddin, ST,M.Pd, saat membuka acara seminar menekankan relevansi tema ISLALE 2025 dengan dinamika pendidikan era digital. “Tema tahun ini mencerminkan komitmen kita bersama untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi digital dan pendekatan kreatif dapat mentransformasi proses belajar-mengajar sekaligus menjamin inklusivitas, inovasi, dan kesadaran budaya”.
“Saya berharap seminar ini menjadi wadah dialog, kolaborasi, serta inspirasi untuk melahirkan ide-ide baru dan praktik transformasi yang akan memperkuat pendidikan bahasa, seni, dan literatur baik di tingkat nasional maupun global,” ujar Prof Baharuddin.
Mahmud Layan Hutasuhut, Ph.D., dalam laporannya menyampaikan bahwa ISLALE 2025 diikuti oleh 119 peserta luring, 60 pemakalah luring, 400 pemakalah daring, serta partisipan internasional dari Malaysia, India, Thailand, dan berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.
Seminar ini menghadirkan enam pembicara kunci dari Indonesia, Jerman, Australia, dan Brunei Darussalam serta menggelar sejumlah sesi paralel yang membahas isu-isu mutakhir, seperti kecerdasan buatan dalam pendidikan, gamifikasi, pembelajaran personal, big data, dan inovasi seni.
“Partisipasi yang begitu luas ini menegaskan posisi ISLALE sebagai wadah penting pertukaran ilmiah, dialog antarbudaya, dan kolaborasi akademik global,” kata Mahmud.
Seminar ini menghadirkan narasumber Guru Besar Universitas Negeri Medan, Indonesia, Prof Dr Syawal Gultom,M.Pd, President of TEFLIN, Universitas Negeri Malang, Indonesia, Prof Utami Widiati,M.A,Ph.D,
Braunschweig University of Art, Germany, Prof Eku Wand, Violinist, Composer, and Interdisciplinary Artist, Germany, Biliana Voutchkova, Australian Catholic University, Australia, Annete Turney, MEd (TESOL), MEd, MSc, Ph.D, dan Universiti Brunei Darussalam, Brunei Darussalam, Juliana Shak,D.Phil (Oxon).
Dengan hadirnya berbagai pemikiran dan gagasan dari para pakar, ISLALE 2025 diharapkan menjadi momentum penting dalam mendorong transformasi pendidikan bahasa, seni, dan sastra di era digital, sekaligus memperkuat posisi UNIMED sebagai pusat inovasi dan kolaborasi akademik internasional.(Rel).
Pemko Medan terus persiapkan jadi tuan rumah Rakernas XVIII APEKSI tahun 2026
Medan (Satu Nusantara News) - Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII...









