Agam (Satu Nusantara News) – Kodam I/Bukit Barisan bersama satuan jajarannya di wilayah Korem 032/Wirabraja segera membangun lima unit jembatan Bailey di wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Pembangunan jembatan Bailey untuk melancarkan kembali hubungan darat antar wilayah di Kabupaten Agam yang terputus pascatragedi banjir lahar dingin Gunung Marapi disertai longsor yang melanda enam kabupaten dan kota (termasuk Kabupaten Agam) di Provinsi Sumatera Barat pada Sabtu (11/05).
“Lima jembatan Bailey yang dibangun itu meliputi Jembatan Tigo Niniak, Jembatan Rona Taluak, Jembatan Silaki 1, Jembatan Katiagan, dan Jembatan Congkong,” ucap Pangdam I/BB, Mayjen TNI Mochammad Hasan, pada saat menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana di Pos Komando Tanggap Darurat Kabupaten Agam di Bukit Batabuah, Kecamatan Ampek Angkek, Rabu (15/05)
Di Pos Komando ini, Pangdam I/BB hadir bersama Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, Pangkogabwilhan I, Laksdya TNI Agus Hariadi, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono, Danrem 032/Wbr, Brigjen TNI Wahyu Eko Purnomo, Danlantamal II Padang, Laksma TNI Syufenri, serta Pejabat Utama TNI-Polri dan Forkopimda jajaran Provinsi Sumbar lainnya.
Pangdam I/BB menjelaskan, pembangunan lima jembatan Bailey tersebut merupakan salah satu dari sejumlah upaya penting dalam pelaksanaan langkah tanggap darurat di Kabupaten Agam yang dikerjakan pemerintah.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengatakan pascabencana di Kabupaten Agam, ada lima kecamatan yang terdampak cukup parah, Yakni Sungai Pua di Kecamatan Sungai Pua, Nagari Koto Tuo di Kecamatan Ampek Koto, Kecamatan Banuhampu, Nagari Batu Taba di Kecamatan Ampek Angkek, dan Kecamatan Tilatang Kamang.
Bencana yang terjadi di Kabupaten Agam juga menyebabkan 3.000 jiwa warga masyarakat harus mengungsi (data BPBD Sumbar per Selasa, 14 Mei 2024).
“Setiap satu keluarga dapat bantuan tunggu hunian sebesar Rp 500 ribu. Wali Nagari sudah kita minta untuk mendata kebutuhan makanan dan minum warga yang mengungsi,” jelasnya.
Selain itu, Ia memastikan rumah warga yang rusak berat akan direlokasi dan diganti bangun baru senilai Rp 60 juta.
“Jadi, satu keluarga yang rumahnya rusak berat, akan dapat satu rumah baru. Sedangkan untuk rumah rusak ringan, diberi uang pengganti Rp15 juta, dan rusak sedang Rp 30 juta,” ucapnya.
Suharyanto mengatakan banyak sekali dampak bencana banjir lahar dingin dan tanah longsor di Kabupaten Agam ini. Seluas 75 hektare tanaman padi terendam, 25 hektare holtikultura terendam, dan 1,74 hektare lahan pertanian rusak.
Sedangkan korban jiwa yang terdata hingga kemarin, sebanyak 22 orang sudah ditemukan. “Satu di antaranya sedang diidentifikasi,” katanya.
Suharyanto mengatakan, Presiden RI Joko Widodo setiap hari memantau kegiatan penanggulangan bencana di wilayah Provinsi Sumatera Barat.
“Kita diurus Presiden bersama beberapa pejabat ke daerah ini untuk menangani langsung proses tanggap darurat, sekaligus memberi penghiburan kepada warga masyarakat terdampak bencana,” kata Kepala BNPB.
Tim SAR gabungan temukan lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusarung Kabupaten Pangkep
Pangkep (Satu Nusantara News) - Tim SAR gabungan berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Desa...









