Aceh Tamiang (Satu Nusantara News) – Mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana Sumatera, di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Kegiatan Sosialisasi Program Flores Farm Berbasis IoT, digelar di Musolla Meunasah Al Maghfirah, Minggu (08/03) dan dihadiri puluhan masyarakat yang tergabung dalam komunitas petani dan komunitas pemuda setempat. Tim pelaksana PKM Program Mahasiswa Berdampak dalam pemulihan bencana Sumatera ini diketuai Dr. M. Surip, S.Pd., M.Si, dengan anggota Selvia Dewi Pohan, M.Si., Ph.D, dan Heppy Setya Prima, M.Biotech, serta 50 orang mahasiswa Unimed.
Program mahasiswa berdampak bencana ini mengusulkan solusi inovatif untuk mengatasi dampak banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, yang menyebabkan lebih dari 262.000 jiwa terdampak, 57 orang meninggal, dan ratusan hektare lahan pertanian rusak, hal ini tentu mengancam ketahanan pangan masyarakat lokal. Program ini menargetkan dua kelompok mitra sasaran kelompok tani produktif dan kelompok pemuda nonproduktif dilokasi kegiatan.
Program ini memberikan solusi utama yang ditawarkan yakni implementasi Flores- Farm (Floating Resilience Farm), yaitu sistem pertanian terapung berbasis teknologi IoT yang mengintegrasikan platform terapung modular, greenhouse ringan, budidaya tanaman adaptif banjir (sorgum, talas, moringa), dan sensor IoT untuk sistem peringatan dini banjir.
Untuk mitra produktif, program fokus pada pemulihan produksi pangan melalui 10 unit Flores- Farm yang mampu beroperasi di lahan tergenang, dilengkapi sensor ketinggian air yang memberikan notifikasi realtime kepada komunitas. Untuk mitra nonproduktif, program menyediakan pelatihan literasi mitigasi bencana, pengolahan pangan adaptif, dan pembentukan kelompok relawan early warning system.
Program ini dirancang dengan pendekatan partisipatif berbasis Community Based Disaster Risk Reduction (CBDRR) dan Participatory Learning and Action (PLA), melibatkan kolaborasi lintas sektor antara petani, penyuluh pertanian, pemerintah desa, dan tim mahasiswa. Target capaian meliputi instalasi 10 unit FLORESFARM dalam 3 minggu, aktivasi 100 persen sensor IoT, produksi minimal 1 ton bahan pangan dalam 12 bulan, pelatihan 60 petani, dan pengembangan minimal 5 jenis produk olahan. Program berlangsung selama 1 bulan penuh.
Acara sosialisasi dibuka Sekretaris Desa Mekar Jaya, Bayu Rinal Gunawan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada tim mahasiswa Unimed yang telah memilih desanya sebagai lokasi pelaksanaan program PKM ini. Ia menilai kehadiran mahasiswa membawa harapan baru bagi masyarakat.
“Pemerintah desa sangat berterima kasih atas kehadiran mahasiswa Unimed yang membawa program pemberdayaan masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak bencana di desa kami, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan serta upaya menghadapi potensi banjir di wilayah kami,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Dr. M. Surip, S.Pd., M.Si, mengatakan bahwa program ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan akademik, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa Unimed bagi masyarakat, atas dukungan moril dan materil dari Kementerian Pendidikan Tinggi, sains dan Teknologi, melalui Dirjend Riset dan Pegembangan, dalam Program Mahasiswa Berdampak sebagai upaya pemulihan bencana Sumatera.
Menurut Surip, melalui program Flores-Farm ini, tim dosen dan mahasiswa berupaya mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) dengan pemberdayaan masyarakat desa agar tercipta sistem pertanian yang lebih adaptif, produktif, dan berkelanjutan.
“Melalui program ini, kami berharap dapat menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat di desa lokasi pelaksanaan, baik dari sisi ketahanan pangan maupun kesadaran masyarakat dalam mitigasi bencana. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini,” ucapnya.
Salah seorang tim mahasiswa, Shofwan Sasri Azhari, menyebutkan konsep Flores Farm ini merupakan sistem pertanian terpadu yang memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian masyarakat. Program pengembangan tanaman sorgum sebagai salah satu alternatif komoditas pangan yang dinilai tahan terhadap kondisi lingkungan serta berpotensi meningkatkan ketahanan pangan masyarakat setempat.
“Masyarakat sudah kami berikan gambaran mengenai rencana kegiatan dan dampak dari program ini, sekaligus diajak untuk berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan program. Kita berharap program ini akan berdampak positif bagi masyarakat dalam pemulihan dampak bencana, sehingga kehidupan masyarakat secepatnya kembali normal dan perekonomian terus membaik dan meningkat menuju hidup yang lebih sejahtera,” kata Shofwan.(Rel)
3.096 pelajar SLTA diterima masuk ke Unimed melalui jalur SNBP 2026
Medan (Satu Nusantara News) - Sebanyak 3.096 pelajar SLTA dari total yang mendaftar ke Universitas Negeri Medan(Unimed) mencapai 23.629 siswa...









