Medan (Satu Nusantara News) – Pemerintah Kota (Pemko) Medan komitmen dalam memberdayakan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam sambutannya saat melaksanakan Safari Asar di Masjid Al-Mujahidin Yonko 469 Kopasgat, Kecamatan Medan Polonia, Senin (15/12).
Rico Waas menyampaikan bahwa program Safari Asar merupakan bagian dari upaya Pemko Medan untuk memperkuat fungsi masjid di seluruh wilayah Kota Medan. Menurut dia, masjid tidak hanya berperan sebagai tempat ibadah salat lima waktu, tetapi juga sebagai pusat pengajian, pertemuan masyarakat, hingga penyelesaian persoalan sosial.
“Masjid hari ini harus terus berkembang. Tidak hanya untuk ibadah, tetapi juga menjadi ruang kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Pemerintah Kota Medan hadir untuk mendukung itu,” ujar Rico Waas.
Rico Waas turut menyinggung peran strategis masjid saat terjadi bencana banjir beberapa waktu lalu. Ia menyebut masjid menjadi salah satu lokasi utama evakuasi dan pertolongan pertama bagi warga terdampak, sehingga keberadaan dan fasilitas rumah ibadah perlu terus diperkuat.
Ia berharap bantuan yang diberikan Pemko Medan dapat dimanfaatkan secara optimal, termasuk untuk pengembangan rumah tahfiz maupun kegiatan positif lainnya yang berdampak langsung bagi masyarakat sekitar.
Selain itu, Rico Waas mengajak seluruh jamaah untuk terus menjaga kekompakan, silaturahmi, kebersihan lingkungan, serta keamanan wilayah. Ia menegaskan bahwa pembangunan Kota Medan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan nilai keagamaan dan sosial melalui rumah ibadah.
“Dengan masjid yang makmur dan masyarakat yang rukun, insyaallah Kota Medan bisa terus maju dan berkelanjutan,” ucapnya.
Safari Asar tersebut diawali dengan sambutan dari Danyonko 469 Kopasgat, Letkol Pas. John H. Siregar, yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wali Kota Medan beserta rombongan di tengah agenda pemulihan pascabencana.
Rico Waas juga menyerahkan sejumlah bantuan Pemko Medan kepada Masjid Al-Mujahidin. Bantuan itu meliputi dana hibah sebesar Rp 50 juta untuk rehabilitasi masjid, bantuan sosial Rp 10 juta, 70 polibag bibit cabai, satu set tenis meja, serta satu rak buku lengkap dengan koleksi bacaan.
“Kita harapkan bantuan ini dapat mendukung kenyamanan beribadah sekaligus mengembangkan fungsi masjid sebagai pusat aktivitas sosial dan edukatif masyarakat,” ucap Wali Kota.
Dalam kegiatan tersebut dihadiri Al-Ustazd H. Hasbi Al-Mawardi, Danyonko 469 Kopasgat Letkol Pas. John H. Siregar, Ketua BKM Masjid Al-Mujahidin yang diwakili Sekretaris Jawanto, para alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta pimpinan perangkat daerah.(MN)







