Medan (Satu Nusantara News) – Penerbangan Tamu Allah dari kelompok terbang (Kloter) 11 Embarkasi Medan mengalami penundaan selama lima jam di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Sesuai dengan jadwal seyogyanya Kloter 11 Embarkasi Medan take off dari Bandara Kualanmu, Jum’at (24/05) sekira pukul 17.55 WIB.
Sales Manajer Garuda Indonesia Cabang Medan Novian, di Asrama Haji Medan, Jumat, menjelaskan pesawat Garuda yang akan memberangkatkan jemaah Kloter 11 Embarkasi Medan sebenarnya sudah siap di Bandara Kualanamu, namun ada beberapa hal yang perlu dilakukan diantaranya pemulihan mesin dan mengecek lebih detail operasional pesawat agar lebih laik untuk terbang.
“Tertundanya beberapa penerbangan Garuda menjadi pengalaman bagi kita agar kedepan tidak terjadi lagi, karenanya kita harus memastikan kondisi pesawat benar-benar aman dan nyaman bagi jemaah dengan mengecek ulang kondisi pesawat,” ucapnya.
Novian menyampaikan, adanya penyesuain penerbangan gelombang 1 yang mendarat di Bandara Madinah ke gelombang 2 yang mendarat di Bandara Jedah juga menjadi salah satu penyebab tertundanya penerbangan.
Pihak Garuda telah menyiapkan kompensasi akibat keterlambatan ini. Awalnya Garuda telah menyiapkan hotel transit dekat Bandara Kualanamu untuk tempat menginap jemaah, namun karena tidak dilengkapi dengan x-ray hal tersebut tidak dilakukan.
“Adanya aturan dari Aviation Security, tidak boleh menurunkan jemaah di tengah jalan juga menjadi penyebab rencana tersebut dibatakan,” kata Sales Manajer Garuda Indonesia Cabang Medan.
Novian menambahkan, berdasarkan kesepakatan dengan PPIH Embarkasi Medan jemaah haji tetap berada di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan menjelang pemberangkatan dan semua biaya konsumsi jemaah ditanggung pihak Garuda.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Pemberangkatan Ibadah Haji (PPIH) Medan, H. Zulpan Effendi, didampingi Kasi Humas Mulia Banurea, mengatakan salah satu penyebab keterlambatan menyesuaikan slot penerbangan di Bandara King Abdul Aziz Jedah, karena Kloter 11 merupakan kloter pertama gelombang 2 menuju Jedah.
Zulpan mengharapkan kepada pihak Garuda agar kedepan tidak ada lagi penundaan penerbangan sampai kloter akhir. “Kloter 11 Embarkasi Medan dijadwalkan take off dari Bandara Kualanamu, Sabtu (25/05) sekira pukul 00.55 WIB,” jelas Sekretaris PPIH Embarkasi Medan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, H.Ahmad Qosbi melepas keberangkatan 354 Tamu Allah dari Kloter 11 Embarkasi Medan ke tanah suci.
Dari jumlah 354 orang Tamu Allah itu terdiri atas Kabupaten Batu Bara 250 orang, Kabupaten Nias Utara 2 orang, Kota Meda 94 orang, Petugas Daerah 3 orang, dan Petugas Pusat 5 orang.
Jemaah termuda dengan usia 18 tahun atas nama Najwa Tadzkia Amanda Hasibuan Binti Rahmaat Adenan Hasibuan asal Kota Medan. Jemaah tertua dengan usia 85 tahun atas nama Mustari Wong Sorjo Bin Wongsorjo asal Kabupaten Batu Bara.
Tim SAR gabungan temukan lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusarung Kabupaten Pangkep
Pangkep (Satu Nusantara News) - Tim SAR gabungan berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Desa...









