Medan (Satu Nusantara News) – Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan Sarsaralos Sivakkar, mengatakan pencapaian penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) 79 jenis rajutan yang diraih Rumah Tahanan Perempuan Kelas II A Medan yang dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 2024 merupakan hasil kolaborasi dengan Rudenim Medan.
“Pencapaian ini meliputi 79 jenis rajutan yang dilaksanakan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Perempuan Medan sebanyak 7 orang yang mengikuti pelatihan tahun 2023 dan 9 warga binaan yang mengikuti pelatihan tahun 2024,” ucap Sivakkar, pada acara pembubaran Panitia Tim MURI Rajutan di Cafe Kita, Jalan Sei Batang Serangan Medan, Senin (26/08).
Ia menyebutkan proses rajutan tersebut dikerjakan oleh warga binaan dalam waktu 7 jam 9 menit, dimulai dari pukul 07.09 WIB dan membuat sebanyak 79 model rajutan sehingga mereka berhasil memecahkan Rekor MURI.
“Sebanyak 79 model rajutan itu dibuat dengan menggunakan 7 jenis benang dan 9 warna benang,” ucapnya.
Sivakkar menjelaskan, dalam pertemuan dan pembubaran Panitia Tim MURI Rajutan ini juga sebagai bentuk sinergi terhadap insan pers yang selama ini telah mendukung pemberitaan di Rudenim Medan.
Selain itu, Rudenim Medan sudah memiliki tempat yang layak untuk dikunjungi oleh masyarakat, yaitu Cafe Kita untuk melepas rasa lelah dalam beraktivitas seharian.
“Lokasi nongkrong ini juga menyediakan fasilitas buat pengunjung mulai dari kuliner dan live musik serta free wifi,” katanya.
Sementara mantan Plt Karutan Perempuan Kelas II A Medan, Tetty Ernawati Siahaan, mengatakan prestasi yang telah dicapai warga binaan ini harus ditingkatkan lagi dengan mengadakan pelatihan bagi mereka di dalam Rutan Medan.
Ia menyebutkan, hal ini tentunya menjadi perhatian dan semangat bagi Rutan Perempuan Medan untuk segera mewujudkannya.
“Warga binaan yang telah memiliki ketrampilan dalam seni rajutan ini, jika mereka telah keluar nantinya dari Rutan Perempuan Medan agar diberikan peluang pekerjaan dan memiliki aktivitas. Sebab, jika mantan narapidana itu tidak memiliki pekerjaan, dikhawatirkan nantinya bisa terjerumus lagi melakukan pelanggaran hukum,” kata Tetty, saat ini menjabat KPLP Lapas Perempuan Kelas II A Medan.
Tetty menambahkan, bahwa keberhasilan warga binaan Rutan Kelas II Medan, dalam memecahkan Rekor MURI ini adalah berkat kerja keras dan juga andil dari Kepala Rudenim Medan Sarsaralos Sivakkar.
“Rudenim Medan juga banyak memperhatikan warga binaan yang telah selesai menjalani hukuman dan melatih mereka dengan berbagai ketrampilan sehingga bermanfaat kepada masyarakat,” kata KPLP Lapas Perempuan Kelas II A Medan.
Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Rumah Detensi Medan Sarsaralos Sivakkar, Kadin Sumatera Utara, BBPVP Medan, Konsul Kehormatan Thailand dan Rumah Tahanan Perempuan Medan.





