Senin, Januari 19, 2026
  • Login
Satu Nusantara
  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TNI POLRI
  • HUKUM & KRIMINAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TNI POLRI
  • HUKUM & KRIMINAL
No Result
View All Result
Satu Nusantara
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TNI POLRI
  • HUKUM & KRIMINAL
Home PENDIDIKAN

Prof Dr Syawal Gultom: ada tiga hal fundamental tentang pendidikan untuk meraih bonus demografi

Munawar by Munawar
Januari 10, 2024
in PENDIDIKAN
0
Guru Besar Unimed Prof  Dr Syawal Gultom,M.Pd, saat menjadi nara sumber pada seminar nasional di Universitas Yarsi Jakarta.(Satunusantara news/HO-Humas Unimed)

Guru Besar Unimed Prof Dr Syawal Gultom,M.Pd, saat menjadi nara sumber pada seminar nasional di Universitas Yarsi Jakarta.(Satunusantara news/HO-Humas Unimed)

321
SHARES
2.5k
VIEWS

Medan (Satu Nusantara News) – Guru Besar Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Dr Syawal Gultom, M.Pd, mengatakan ada tiga hal fundamental tentang pendidikan untuk memastikan meraih bonus demografi.
“Pertama, momentum peran pendidikan yang dimulai dari sekolah hari ini. Gambaran masa depan Indonesia dilihat dari hari ini. Rentang waktu tahun 2024 – 2045 atau 20 tahun mendatang, pendidikan dapat terus berlangsung baik dari rumah, sekolah, masyarakat dan dunia kerja. Sehingga pada tahun 2045, akan terwujud Indonesia Emas,” ucap Prof Syawal, di Universitas Yarsi Jakarta,  Rabu (10/01).
Dalam Seminar Nasional bertajuk “Peran Pendidikan dalam Memastikan Bonus Demografi Bisa Diraih” ini menghadirkan pakar-pakar pendidikan Indonesia yang sudah tidak diragukan lagi perannya dalam membawa kemajuan pendidikan di Indonesia hingga saat ini. Para pakar yang dihadirkan dan memberikan gagasan konstruktifnya diantaranya Emil Salim, Fasli Jalal, Syawal Gultom, Amich Alhumami, Nawawi, Sudarno Sumarto, Abdul Malik, Shintia Revina, Muchlas Samani, Anita Lie, Iwan Pranoto, Fauziah Fauzan El Muhammady, Tedy Setiawan, Doni Koesoema, dan Yan Feski
Prof Syawal menyebutkan Kedua, Substansi Pendidikan Indonesia, kurikulum seharusnya tidak terbatas pada kompetensi/CP. Konten, proses dan assesment, akan tetapi kebijakan nasional dan lokal tentang peta SDM yang sesuai dengan stuktur dan fokus kepada keunggulan daerah. Bahkan kurikulum termasuk kebijakan pemetaan potensi anak Indonesia untuk bidang akademik, profesi dan vokasi.
“Sejatinya, kurikulum itu potret dan capaian peradaban berbasis nilai dengan mengandalkan dan fokus pada hasil/produk kekuatan berpikir yang hakiki berupa ide, gagasan, ilmu, teknologi dengan menggunakan basis informasi dan petunjuk yang sudah pasti benar secara epistomologis, aksiologis apalagi secara ontologis, sehingga anak Indonesia seperti yang disebut Barbara J Duck, arrive at informed judgments, memiliki high level skills, dan memiliki the ability to function in a global community, dan/atau apalagi untuk Indonesia,” katanya.
Ketua Senat Unimed menjelaskan dengan pendekatan kuantitatif seharusnya TK/PAUD 95 persen adalah muatan tentang sikap, 5 persen pengetahuan dan keterampilan, SD, idealnya 80 persen itu sikap, 20 persen itu pengetahuan dan keterampilan, SMP, idealnya 50 persen sikap, 20 persen pengetahuan, dan 30 persen itu keterampilan. SMA, sepatutnya 35 persen sikap, 25 persen pengetahuan, dan 40 persen keterampilan. PT sepatutnya 10 persen sikap, 25 persen pengetahuan, dan 65 persen keterampilan. (Zonasi berbasis keunggulan, diberi kewenangan mengawal laluan pembangunan).
Perlu tafsir ulang kurikulum nasional mulai TK-PT yang tidak “dikungkung” paradigma ilmu dan teknologi dan agitasi global, tetapi tafsir yang bermula dari Pembukaan UUD 45 dan sesuai cita-cita luhur bangsa Indonesia di masa depan yang diterjemahkan pada ilmu dan teknologi, nilai dan karater, bukan sebaliknya seolah-olah ilmu dan teknologi yang dipaksakan menyesuaikan diri dengan tujuan berbangsa, bernegara, berpolitik, berdemokrasi, berekonomi dan berbudaya di Indonesia.
“Ketiga, Strategi Pendidikan dengan berfokus pada SDM nya bukan sistemnya. Ini bukti empirik yang tidak fokus pada SDM nya. Jika pada level mikro solusi jangka pendek adalah mengubah suasana pembelajaran di Indonesia maka secara sederhana paling tidak terkait dengan Model Pembelajaran, Keselarasan antara ASK, Integrasi HOTS, TPACK (AI, VR, AR, VC dan sebagainya.),” katanya.
Prof Syawal menambahkan kemudian mengubah suasana belajar di kelas, motivasi belajar siswa. Selanjutnya, memacu kreativitas anak Indonesia menuju inovasi politik, demokrasi, ekonomi, sosial dan budaya. Sehingga bangsa akan berdaulat dan bermartabat sesuai Pembukaan UUD 1945.

Previous Post

Kakanwil Kemenkumham Sumut tunjukkan komitmen atasi over kapasitas di Lapas Kelas IIA Sibolga

Next Post

Pangdam I/BB jadi saksi prosesi awal pembangunan Kawasan Rempang Eco City di Batam

Munawar

Munawar

Related News

Wali Kota Medan hadiri pencanangan Pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Tanjung Selamat

Wali Kota Medan hadiri pencanangan Pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Tanjung Selamat

by Munawar
Januari 12, 2026
0

Medan (Satu Nusantara News) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas diwakili Sekda Wiriya Alrahman, menghadiri pencanangan Pembangunan...

Siswa MAN 2 Labura raih Penghargaan Nasional Juara 1 Lomba Cerdas Cermat Gen Halal Championship 2025 di Bogor

Siswa MAN 2 Labura raih Penghargaan Nasional Juara 1 Lomba Cerdas Cermat Gen Halal Championship 2025 di Bogor

by Munawar
Januari 11, 2026
0

Labura (Satu Nusantara News) - Ahmad Affabel Fathoni, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Labuhanbatu Utara (Labura),Plus Keterampilan dan Riset,...

Pemko Medan minta kepada Mendikdasmen agar jumlah sekolah direvitalisasi pada tahun 2026 ditambah

Pemko Medan minta kepada Mendikdasmen agar jumlah sekolah direvitalisasi pada tahun 2026 ditambah

by Munawar
Januari 5, 2026
0

Medan (Satu Nusantara News) - Pemerintah Kota Medan meminta kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Abdul...

Gubernur Sumut umumkan dimulainya program sekolah gratis di Nias dan daerah terdampak bencana

Gubernur Sumut umumkan dimulainya program sekolah gratis di Nias dan daerah terdampak bencana

by Munawar
Januari 4, 2026
0

Medan (Satu Nusantara News) - Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, menegaskan komitmennya dalam memprioritaskan sektor pendidikan sebagai motor...

Next Post
Prof Dr Syawal Gultom: ada tiga hal fundamental tentang pendidikan untuk meraih bonus demografi

Pangdam I/BB jadi saksi prosesi awal pembangunan Kawasan Rempang Eco City di Batam

Prof Dr Syawal Gultom: ada tiga hal fundamental tentang pendidikan untuk meraih bonus demografi

Dirlantas Polda Sumut: Optimalkan Terminal Terpadu Amplas Kota Medan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News

IKAT’88 gelar event bergengsi 40 Years Inauguration Golf Tournament di Pondok Indah Golf Course Jakarta

IKAT’88 gelar event bergengsi 40 Years Inauguration Golf Tournament di Pondok Indah Golf Course Jakarta

November 16, 2024

Dosen Agama Islam Unimed beri pendampingan bagi mahasiswa belajar baca Al- Qur’an

Oktober 26, 2024
Paslon Wali kota dan Wakil Wali kota Sibolga nomor 4 tolak debat satu kali diagendakan KPU

Paslon Wali kota dan Wakil Wali kota Sibolga nomor 4 tolak debat satu kali diagendakan KPU

November 3, 2024
ADVERTISEMENT

Alamat Redaksi

Jalan Halat Nomor 34/17 Kelurahan Pasar Merah Barat, Kecamatan Medan Kota,Kota Medan, Sumatera Utara.

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak

Hak Cipta Satunusantara.news© 2025 Web Development PT.TAB

No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TNI POLRI
  • HUKUM & KRIMINAL

Hak Cipta Satunusantara.news© 2025 Web Development PT.TAB

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In