Medan (Satu Nusantara News) – Semua Program Studi di Universitas Negeri Medan (Unimed) harus terakreditasi Unggul dan Internasional, menuju ketercapaian visi Unimed menjadi Universitas yang unggul dalam bidang pendidikan, rekayasa industri dan budaya.
“Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi baru saja meluncurkan Program Baru “Diktisaintek Berdampak”, sebagai arah baru kebijakan Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Indonesia,” kata Rektor Unimed Prof. Dr. Baharuddin, ST, M.Pd, dalam sambutannya saat mewisuda 2.255 wisudawan periode November 2025 di Auditorium Unimed, Senin (24/11).
Wisudawan itu berasal dari 6 Lulusan Program Pascasarjana, 322 Lulusan Fakultas Ilmu Pendidikan,
445 Lulusan Fakultas Bahasa dan Seni, 207 Lulusan Fakultas Ilmu Sosial, 377 Lulusan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 195 Lulusan Fakultas Teknik, 141 Lulusan Fakultas Ilmu Keolahragaan, 333 Lulusan Fakultas Ekonomi, 229 Program Profesi Guru.
Rektor menyebutkan, program ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, sains dan teknologi, sebagai langkah strategis dan transformatif yang dirancang untuk menjawab tantangan pembangunan nasional dan mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
Pendidikan Tinggi tidak hanya berperan sebagai penyedia ilmu pengetahuan, tetapi harus mampu sebagai penggerak utama perubahan sosial dan ekonomi bangsa. Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, memagang peran penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Kita perlu membangun sistem pendidikan tinggi yang berkeadilan, relevan, dan berdampak. Transformasi ini harus mampu membuka akses seluas munkin dengan kualitas yang setara di seluruh Indonesia,” ucapnya.
Rektor menambahkan, Program Diktisaintek Berdampak merupakan gerakan nasional yang berakar pada semangat kolaborasi untuk mewujudkan harapan dan cita-cita bangsa dalam menjawab semua permasalahan bangsa dan masyarakat.
Dalam menyahuti harapan baru program Diktisaintek Berdampak, diperlukan lulusan sarjana berkarakter unggul, yakni individu yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi perlu memiliki growth mindset, etika, integritas, serta kemampuan soft skills lainnya yang memungkinkan lulusan pendidikan tinggi menjadi pemimpin perubahan di masyarakat dan dunia kerja.
“Saat ini tantangan utama Pendidikan Tinggi adalah lemahnya hubungan antara hasil riset perguruan tinggi dan kebutuhan industri. Banyak hasil penelitian yang hanya berhenti di jurnal ilmiah tanpa implementasi nyata di masyarakat. Fenomena ini disebut sebagai “valley of death” atau jurang kematian inovasi, kondisi dimana ide dan penelitian berhenti di tengah jalan karena kurangnya kolaborasi antar kampus dan dunia usaha,” katanya.
Rektor mengatakan, permasalahan ini bukan hanya akibat minimnya jejaring dengan industri, tetapi juga karena belum terbentuknya ekosistem riset berkelanjutan.
Melalui Program Ditisaintek Berdampak, Unimed saat ini sudah membuat terobosan agar kegiatan penelitian dan pengabdian dosen Unimed harus berbasis permasalahan di masyarakat yang diorientasikan mampu memberikan solusi dan jawaban terbaik, sehingga Unimed hadir memberikan kontribusi nyata dalam memajukan ekonomi masyarakat dan kesejahteraan hidup, khususnya warga Sumatera Utara.
Pada tahun 2025 ini Alhamdulilah Unimed telah memiliki Fakultas Kedokteran, dan sudah memiliki mahasiswa baru 50 orang, Tahun depan 2026 kita akan menerima mahasiswa baru Fakultas Kedokteran melalui tiga jalur, SNBP, SNBT dan Seleksi Mandiri.
“Melalui Fakultas Kedokteran, Unimed akan memberikan kontribusi terbaik dalam melahirkan dokter-dokter muda yang cerdas, profesional, dan berkarakter, sehingga kita dapat memberikan peran terbaik bagi terwujudnya masyarakat yang sehat dan sejahtera,” kata Rektor Unimed.(MN)
Wali Kota Medan hadiri pencanangan Pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Tanjung Selamat
Medan (Satu Nusantara News) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas diwakili Sekda Wiriya Alrahman, menghadiri pencanangan Pembangunan...









