Medan (Satu Nusantara News) – Seorang jemaah haji yang tergabung di kelompok terbang (Kloter) 22 Debarkasi Medan atas nama Anisah Amalia binti Ismail, nomor manifes 222 asal Kota Medan, wafat di Mekkah, tanggal 22 Juni 2022.
“Dua jemaah haji mutasi keluar atas nama Damsik Lubis, nomor manifes 103 dan tanazul ke Kloter 10, nomor manifes, serta Rasmi Kromo Pawiron, nomor manifes 280 dan tanazul ke Kloter 12, nomor manifes 360,” ucap
Kasubbag Humas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan, H. Mulia Banurea, di Asrama Haji Medan, Selasa (08//07) pagi.
Sebanyak 355 jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 22 Debarkasi Medan tiba di tanah air dengan selamat dengan Pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GIA 3422 di Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang, Selasa, 08 Juli 2025, sekira pukul 02.40 WIB.
Mulia Banurea, menyebutkan jemaah haji termuda atas nama Muhammad Lutfi Tammimi Ar Roisy (18) nomor manifes 170 dari Kabupaten Simalungun, dan jemaah haji tertua Saimah Purba (91) nomor manifes 007 dari Kabupaten Simalungun.
“Sebanyak 355 jemaah haji Kloter 22 Debarkasi Medan, yakni 195 orang dari Kabupaten Simalungun, dan 154 orang dari Kota Medan, dua orang petugas haji dari daerah, dan empat orang petugas haji dari pusat,” katanya.
Sementara, Ketua PPIH Debarkasi Medan, H.Ahmad Qosbi, mengatakan bahwa semua jemaah haji yang tergabung di Kloter 22 Embarkasi Medan, adalah haji yang mabrur dan mabrurah setelah pulang dari tanah suci Mekkah ke tanah air.
“Jemaah haji tersebut mabrur dan mabrurah, karena wajah kelihatan berseri-seri dan penuh bahagia serta tidak ada lagi dosa karena telah meminta ampun dan berdoa kepada Allah SWT, saat melaksanakan wukuf di Arafah,” ucap Ahmad Qosbi, dalam sambutannya saat menyambut kepulangan jemaah haji Kloter 23 Debarkasi di Aula 1 Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan.
Ketua PPIH Debarkasi Medan, mengucapkan Ahlan wa sahlan, selamat datang kembali ke tanah air semoga memperoleh haji mabrur.
“Semoga segala amal ibadah haji bapak dan ibu diterima Allah SWT dan segala dosa diampuni,” ucapnya.
Ahmad Qosbi menambahkan, bapak dan ibu tentu masih teringat saat melaksanakan rangkaian ibadah haji di tanah suci khususnya saat melaksaankan Wukuf di Arafah.
“Mari kita jaga dan peliharalah kemabruran haji dengan memperbanyak amal ibadah, menjaga sikap dan perilaku dari perbuatan dosa serta menjadi teladan bagi masyarakat,” kata Ketua PPIH Debarkasi Medan.(MN)









