Medan (Satu Nusantara News) – Wali kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau kolam Retensi Martubung, Medan Labuhan, Senin (28/07) guna melihat dan memastikan aset Pemko Medan ini berfungsi dan terjaga dengan baik.
Setibanya di lokasi, Rico Waas meninjau taman ruang terbuka hijau yang merupakan lansekap kolam Retensi. Di taman ini Rico Waas menyapa warga yang tengah bersantai menikmati fasilitas yang ada, terlihat juga anak – anak sedang asyik bermain di taman tersebut.
Kemudian Rico Waas berjalan kaki menuju kolam retensi melihat sistem operasional dari kolam tersebut. Kolam retensi ini terdiri atas dua kolam lumpur dengan ukuran 25 x 30 x 5 meter dan kolam penampungan air berukuran 25 x 138 x 4,5 meter yang dapat menampung 18.000 meter kubik air.
Rico Waas juga melihat tiga pompa yang masing – masing memiliki kekuatan mengalirkan air ke kolam penampungan sebesar 125 liter per kubik. Setelah melihat luas kolam retensi dan fungsinya, Rico Waas meminta kepada Dinas terkait untuk memastikan kolam ini dapat beroperasi dengan baik.
“Kita melihat aset kolam retensi di Labuhan. Karena ini aset kita harus dijaga dan dirawat dengan baik. Tadi saya melihat ada sampah jadi mengurangi kebersihan kolam Retensi, oleh karenanya dapat menjadi perhatian Dinas terkait “, kata Rico Waas didampingi Plt Kadis SDABMBK Gibson Panjaitan, Kabag Umum Muhammad Ridho Nasution dan Plt Kabag Prokopim M Agha Novrian.
Rico Waas menjelaskan, terlihat masyarakat juga memanfaatkan taman lansekap kolam retensi sebagaimana fungsinya. Karena ruang terbuka hijau seperti ini dibutuhkan masyarakat dan bagian dari kehidupan masyarakat, termasuk menjadi tempat komunitas bertemu dan berkreasi.
“Taman kolam retensi kalau tidak dirawat, sayang. Bisa saja dalam waktu dekat dapat rusak dan tidak terawat. Jadi, Saya minta perangkat Kecamatan maupun Kelurahan untuk bisa memantau dan merawat aset ini”, ucap Rico Waas.
Rico Waas menghimbau kepada masyarakat ikut menjaga aset dan lingkungannya dengan tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi buang sampah sembarangan ada Perda yang mengaturnya.
“Dijaga asetnya jangan dirusak, jangan buang sampah sembarangan, karena ini lingkungan kita jadi kita yang harus menjaganya”, kata Rico Waas.(Diskominfo Medan)
Gods of Plinko – Traditionele banking methods
In het huidige digitale tijdperk zoeken spelers naar online speelautomaat markt die zowel innovatief als betrouwbaar zijn. Deze casino-optie komt...





