Mekkah (Satu Nusantara News) – Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) kelompok terbang (Kloter) 12 KNO Sofyan Siagian, menyampaikan kebahagiaannya merampungkan kegiatan ibadah haji dan setelah memandu pelaksanaan Tawaf Ifadah jemaah Kloter 12 MES secara kolektif, Selasa (10/06) pukul 22.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
“Walau sebelumnya secara pribadi maupun kelompok ada yang sudah melaksanakannya usai pulang dari Nafar Awal bahkan usai melontar Jumrah Aqabah. Hal ini biasa saja, tetapi sebagian besar jemaah inginkan kebersamaan,” ucap Sofyan Siagia, di Mekkah.
Sofyan menyebutkan, pelaksanaan Tawaf Ifadah secara kolektif juga dibantu oleh bimbingan Al-Ustadz H. M. Nasir sebagai Ketua KBIHU Al-Mukhlisin Batu Bara dan tiga orang mahasiswa beliau sebagai pemandu yang berfungsi aktif mendampingi jemaah yang berjumlah ratusan orang.
“Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan mengingat Pengguna Mataf, istilah lantai utama di Ka’bah sangat padat baik yang Tawaf Sunnah, Tawaf Ifadah, Tawaf Umrah, termasuk juga Tawaf Wada yang akan meninggalkan Mekkah,” ucapnya.
Sofyan juga menjelaskan bahwa disamping Tawaf Ifadah ini adalah bagian rangkaian haji dimulai pelaksanaan Arafah Muzdalifah dan Mina (Armuzna), juga bagian yang paling utama agar bisa melaksanakan Tahallul Tsani sebagai bukti bahwa sudah sempurna haji dan bebas melakukan hal-hal halal yang selama ini dilarang karena sedang berhaji.
Sementara, Ketua Kloter 12 KNO Ahmad Rizky, didampingi Tenaga Kesehatan Anhar Syahfitra dan Sri Ramadani juga memberikan pendampingan tata cara mengantisipasi masalah seperti apabila terpisah dari regu jangan panik.
“Tanda yang kita gunakan yaitu kacu dileher yang telah diberikan Pemkab Batu Bara manfaatkan sebagai alat penanda, kemudian usahakan berkawan ketika berjalan dan penanda yang utama adalah dinding masjid dan nomor yang tertera. Insya Allah, kalau kita tidak merasa panik tidak akan tersesat,” kata Rizky.
Sebagian jemaah juga ada yang menggunakan kursi sorong di lantai atas, maka dilakukan Tawaf Ifadah dan Sa’i oleh jemaah yang sudah melakukan tawaf lebih dahulu. Peran Pembimbing Haji Daerah dalam hal ini sangat signifikan secara bergantian PHD seperti dr. Deni Sahputra, Yusriadi Sitorus dan Jumari melakukan pendorongan dibantu jemaah lainnya yang sudah selesai melakukan Tawaf Ifadah.
Sofyan menambahkan, semua pesan dan koordinasi kepada jemaah dilaksanakan di depan Hotel Snood Al Hoda tempat penginapan jemaah Kloter 12 Medan dengan kode Hotel 708, mengingat kalau sudah sampai di Masjidil Haram susah mengumpulkan jemaah karena padat nya pelataran masjid.
Ia menjelaskan, ketika Bus Shalawat dengan Kode 20 yang terus berputar antara Masjidil Haram ke hotel bolak balik disebut dengan istilah Taraddudi mengangkat jemaah KNO 12. Insya Allah jemaah sudah siap dengan penjagaan para petugas Kloter dibantu tiga orang pemandu dan Ustadz M Nasir sendiri hingga selesai Pelaksanaan Tawaf, Sa’i dan ditututp dengan Tahallul Tsani
“Semoga jemaah haji Kloter 12 KNO meninggalkan Tanah Haram kembali ke Tanah Air membawa Haji Mabrur dan Mabrurah,” kata Sofyan.(Rel)
PLN UID Sumut gelar aksi tanam pohon di Tapteng peringati Hari Bumi Sedunia
Tapanuli Tengah (Satu Nusantara News) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Utara melalui PLN UP3 Sibolga menggelar aksi...









