Mekkah (Satu Nusantara News) – Jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 9 KNO Medan larut dalam tangisan dan haru ketika mereka telah menyelesaikan ibadah haji secara Tamattu, di Mekkah, Selasa (10/06).
Tampak diantara mereka saling berpelukan dan bersalam- salaman untuk saling bermaaf – maafan, bahkan melakukan sujud syukur kepada Allah SWT.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Kloter 9 KNO Medan, M.Lukman Hakim Hasibuan, kepada Humas PPIH Debarkasi Medan.
Lukman mengatakan, rasa syukur karena Allah masih memberikan kepada hambanya pintu rezeki sehingga Allah memenuhi panggilan kepada jemaah dalam pelaksanaan ibadah haji, yang tidak semua umat Islam dapat melakukannya.
“Harta yang banyak dan fisik yang kuat belum tentu membuat orang terdorong untuk berhaji, sebab hanya kekuatan spiritual yang membuat seseorang berhaji. Tidak heran, walau dengan fisik yang lemah karena usia lanjut, duduk diatas kursi roda, menggunakan kaki palsu datang jauh -jauh ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji, walau nyawa taruhannya,” ucapnya
Kepala KUA Medan Amplas itu mengatakan, berdasarkan data dari Sistem Komputerisasi Haji terpadu kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 2025, mencatat ada 178 jemaah haji Indonesia yang yang wafat terdiri atas 173 jemaah haji reguler dan 5 orang jemaah haji khusus.
Banyak faktor penyebabnya, diantaranya adalah beratnya Medan pelaksanaan puncak ibadah haji saat Arafah, Muzdalifah dan Mina ( Armuzna), terlebih lagi ketika cuaca panas yang bisa mencapai 45 derajat celcius.
Menurut dia, wajar jika dalam kajian fikih, Haji adalah ibadah murakkabah dimana semua aspek terlibat di dalamnya, bukan saja kemampuan mater, tetapi juga kemampuan fisik, peranan fisik amat penting dalam ibadah haji.
Lukman mengungkapkan, itulah sebabnya, pemerintah Indonesia berusaha meminimalisir jumlah kematian jemaah haji saat berhaji, melalui program istitho’ah yang dikeluarkan oleh dinas kesehatan setempat setelah jemaah melakukan Medical Check Up (MCU). Tentunya jika fisik sehat kemampuan beribadah akan semakin maksimal.
Situasi psikologis inilah yang membuat para jemaah haji Kloter 9 KNO Medan tenggelam dalam keharuan dan tangisan, membuat jemaah haji lain dari jazirah Arab, Afrika, Turki bahkan Askar Mesjidil haram ikut terharu sembari mengatakan mabrur ya hajj.
“Fenomena kebahagiaan massal ini memang lumrah dilihat, bahkan kemarin, sesaat jemaah KNO 9 Medan selesai melaksanakan lontar jumroh untuk Nafar awwal, saya melihat dari atas jembatan layang, para sopir dan kernet bus yang berjejer, berteriak teriak mabrur, mabrur, takbiir, takbiir sambil melambai-lambaikan tangan kegirangan saat jemaah keluar dari terowongan Mina untuk kembali menuju tenda,” ujar Lukman.
Lukman juga menambahkan, satu jemaahnya atas nama Sri Sukenti (65) penduduk Jalan Padang Letda Sujono Medan Tembung yang dalam keadaan sakit terbaring di Rumah Sakit (RS) King Abdul Aziz saat puncak Armuzna, telah diikutkan program badal haji, mengingat fisik yang bersangkutan sangat lemah dan tergantung pada alat medis, tidak memungkinkan baginya ikut Safari Wukuf dan saat sekarang sudah mulai membaik dan tengah berada di klinik Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dan akan diikutkan program Tanazul. (Rel)
PLN UID Sumut gelar aksi tanam pohon di Tapteng peringati Hari Bumi Sedunia
Tapanuli Tengah (Satu Nusantara News) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Utara melalui PLN UP3 Sibolga menggelar aksi...









