Deli Serdang (Satu Nusantara News) – Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) XIX tingkat Provinsi Sumatera Utara, hari kedua, Jumat (13/06) masih terus berlanjut, cabang baru Karya Tulis Ilmiah Hadis (KTIH) diperlombakan, ternyata ada yang baru dari cabang Hafalan Hadis sejak digulirkan lima tahun silam.
“Hampir 60 peserta putra- putri dari dua katagori, yakni 100 hadis dengan syarah (tafsir) dan 500 hadis tanpa syarah, yang ikut berasal dari berbagai daerah dan usia remaja hingga dewasa,” kata Ketua Dewan Hakim STQH XIX Sumut 2025 untuk cabang Hafalan Hadis, Prof Nawir Yuslim, didampingi dewan hakim Salman Abdullah Tanjung dan Thohir Ritonga di Gedung Roha Center, Kawasan Astaka, Kabupaten Deliserdang.
Ia menyebutkan, dari pengalaman pelaksanaan STQH yang telah berlangsung sejak 2019, 2021 dan 2023, baru tahun ini ada perlombaan Hafalan Hadis dengan syarah atau penjelasan (syarah).
Peserta yang ikut, tidak hanya sekadar menghafal, tetapi harus mampu memberikan pemahaman mendalam tentang pesan-pesan yang terkandung di dalamnya.
“Ya, pada tahun ini kita tambah (hafalan Hadis) dengan syarah atau tafsir. Jadi ada uraian isi dari hadis. Dan ini menjadi dorongan semangat agar anak-anak memahaminya dengan baik,” ujar Nawir.
Menurut dia, sebagai sumber hukum dalam Islam setelah Al Qur’an, hadis juga penting digaungkan sebagai petunjuk dalam kehidupan.
Mengingat keutamannya, karena berisi ajaran tauhid dan akidah. Terutama tentang akhlak, sebagaimana tuntutan Rasulullah Muhammad SAW.
“Jadi hadis itu sifat dan perannya itu Bayyan, atau penjelas terhadap Al Qur’an. Maka mengatur secara operasional dan rinci, baik itu tata cara ibadah hingga pergaulan dengan sesama manusia. Itu kita temukan di dalam hadis, dimana ini sangat membantu sekali untuk membina akhlak remaja kita. Disamping juga doa-doa, serta rincian akidah dan ibadah,” jelas Nawir.
Ia mengatakan dengan lomba ini, peserta tidak hanya sekadar menghafal hadis saja, tetapi juga harus mampu mensyarah. Artinya para generasi muda ini harus sudah memahami maknanya, selain dari amalan zikir dan doa.
“Mereka (peserta) harus dapat memahami pesan-pesan itu (hadis), sehingga bisa menjelaskan ketika ditanya tentang pemaknaan. Bahkan bisa mejelaskan (mensyarah) dalam konteks kekinian,” ucapnya.
Nawir berharap, dari cabang Hafalan Hadis ini, musabaqah untuk hadis bisa lebih digaungkan sebagaimana perlombaan tentang Al Qur’an yang selama ini sudah ada.
Rasulullah menggaransi bahwa sepanjang manusia berpegang terus kepada Al Qur’an dan Hadis, maka tidak akan keliru dan tidak sesat.
“Jadi kita harapkan anak-anak kita dengan memahami hadis dan mengamalkannya, mereka nggak akan keliru, sesat dan salah dalam hidupnya. Dan ini bisa digaungkan di masa mendatang, bahwa pemahaman tentang hadits, dalam kehidupan manusia sangat penting,” katanya.
Selain Hafalan Hadis, gelaran STQH juga berlangsung untuk cabang perlombaan lainnya. Seperti Tilawah Alquran di Lapangan Astaka Pancing yang berjalan sejak pagi hingga sore. Perlombaan berlangsung sejak 11 Juni hingga 16 Juni 2025.(Diskominfo Sumut)
Kakanwil Ditjen Imigrasi Sumut kukuhkan Forum Komunikasi Penanganan Deteni dan Pengungsi
Medan (Satu Nusantara News) - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara, Parlindungan, meresmikan Forum Komunikasi Penanganan Deteni dan...









