Medan (Satu Nusantara News) – Ketua Kelompok Terbang (Kloter) 10 Debarkasi Medan Marhani, mengatakan bahwa jemaah haji merasa senang saat dibawa melaksanakan ziarah ke sejumlah tempat bersejarah yakni ke Makam Rasulullah SAW di Masjid Nabawi Kota Madinah.
“Selain itu, pemakaman Baqi’ merupakan tempat peristirahatan para sahabat Nabi yang telah meninggal. Banyak sahabat dan anggota keluarga Nabi yang dimakamkan di lokasi tersebut,” ucap Maharani, ketika diminta pengalaman dirinya saat berada di Kota Madinah, ketika tiba di Asrama Haji Medan,Senin (23/06).
Ia menyebutkan, ada tempat bersejarah lainnya di sekitar Masjid Nabawi yang memiliki makna penting dalam sejarah Islam, yaitu Raudhah adalah suatu tempat yang sangat mulia dan istimewa di dalam Masjid Nabawi, Madinah.”Lokasinya berada di antara mimbar dan makam Nabi Muhammad SAW,” katanya.
Dalam melaksanakan ziarah tersebut, jemaah haji Kloter 10 juga didampingi oleh warga Indonesia yang bermungkim di Madinah dan mahasiswa Indonesia yang tengah menimba ilmu di King Saud University (KSU) sebagai Universitas terbesar di Arab Saudi yang terletak di Riyadh.
“Kehadiran para mahasiswa dan warga Indonesia yang tinggal di Madinah sangat membantu dalam memberikan penjelasan dalam pemahaman sejarah selama kegiatan Ziarah berlangsung,” ujarnya.
Marhani, menambahkan dengan mengunjungi berbagai tempat ziarah di Madinah menambah pemahaman sejarah Islam dan jemaah haji tentang kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya, setiap tempat yang dikunjungi memiliki cerita dan nilai tersendiri dan menambah kecintaan akan akhlak Rasulullah.
“Para jemaah antusias dalam berziarah dengan memperbanyak do`a, sholawat, serta menjaga adab dan kesopanan dalam berbusana, bertutur kata dan berperilaku sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada Rasulullah SAW,” kata Ketua Kloter 10 Debarkasi Medan.
Marhani merupakan wanita pertama dipercaya oleh Kementerian Agama RI menjadi ketua kelompok terbang (Kloter) 10 di Embarkasi Medan, Provinsi Sumatera Utara, pada musim haji tahun 1446 Hijriah/2025 M.
Marhani, Aparatur Sipil Negara (ASN) Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memimpin Kloter 10 Embarkasi Medan.
Sebanyak 358 jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 10 Debarkasi Medan tiba di tanah air dengan selamat dengan Pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GIA 3410 di Bandara Kualanamu Deli Serdang, Senin (23/06) sekira pukul 07.37 WIB.
Ketua PPIH Debarkasi Medan, mengucapkan selamat datang selamat kembali ke tanah air, semoga segala amal ibadah yang dilaksanakan di terima Allah dan diampunkan segala dosa serta semoga meraih haji mabrur.
Selain itu, juga mengucapkan selamat kembali ke daerah masing-masing, selamat berkumpul bersama keluarga, semoga selamat dalam perjalanan dan senantiasa selalu dalam lindungan Allah SWT dan selalu sehat wal afiat.
“Atas nama panitia, Ketua PPIH Debarkasi Medan mengucapkan permohonan maaf kepada jemaah haji jika selama pelayanan keberangkatan dan pemulangan ada kesalahan dan kekhilafan,” kata Qosbi.
Sementara itu Kasubbag Humas PPIH Debarkasi Medan, H. Mulia Banurea,S.Ag.M.Si, mengatakan jemaah haji Kloter 10 sebanyak 358 orang berasal dari Kabupaten Mandailing Natal, Kota Medan, Kota Pematangsiantar, Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Simalungun.
“Seorang jemaah haji wafat pada Kloter 10 atas nama Hasanah Sarpin (73) manifes 029 asal Kabupaten Mandailing Natal, wafat tanggal 7 Juni 2025 pukul 3.24 WIB,” ucapnya.
Ia menyebutkan, tiga orang mutasi keluar yakni atas nama Arfan Mulya Azhari nomor manifes 198 (masuk Kloter 05 nomor manifes 197), Martaon Ja Sumba nomor manifes 199 (masuk Kloter 05 nomor manifes 277) dan Samsul Bahri Lubis nomor manifes 200 (masuk Kloter 05 manifes 309).
Kemudian, tiga orang mutasi masuk, yakni atas nama Sriyati Midin Abdullah (nomor manifes 198 eks Kloter 14 nomor manifes 087), Rusmiyadi Suwardi (nomor manifes 199 eks Kloter 14 nomor manifes 088), Damsik Lubis(nomor manifes 029 eks Kloter 22 nomor manifes 103).
“Jemaah haji termuda atas nama Ilman Rahman (20) nomor manifes 055 asal Kabupaten Mandailing Natal, dan jemaaah haji tertua Nurdalela Aritonang (81) nomor manifes 319 asal Kota Medan),” kata Mulia Banurea.(MN)









