Medan (Satu Nusantara News) – Ketua Kelompok Terbang (Kloter) 10 Debarkasi Medan, Marhani mengakui bahwa dirinya sering terpisah saat berada di tanah suci, ketika sibuk mengatur kegiatan jemaah haji fase Arafah Muzdalifah Mina (Armina), beberapa tempat lainnya di Madinah dan Mekkah.
“Saat melaksanakan rangkaian Armina harus memperbanyak kesabaran dan selalu bersyukur kepada Allah SWT, sehingga dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik dan memperoleh haji mabrur sesuai yang dicita-citakan para jemaah,” ucap Marhani, ketika diminta pengalaman dirinya saat berada di tanah suci, saat tiba di Asrama Haji Medan,Senin (23/06).
Marhani menyebutkan, meskipun dirinya tertinggal, namun akhirnya bisa berkumpul lagi dengan rombongan jemaah, setelah minta informasi kepada petugas jemaah haji di Arab Saudi (Syarikah).
“Banyak pengalaman yang berharga diperolehnya ketika menjadi Ketua Kloter 10 dan memimpin 358 jemaah , dirinya diuji dengan berbagai cobaan dan tantangan yang sangat berat, namun karena selalu berdoa minta petunjuk kepada Allah SWT, akhirnya dengan mudah dapat dilalu dengan mudah,” ucapnya.
Marhani merupakan wanita pertama dipercaya oleh Kementerian Agama RI menjadi ketua kelompok terbang (Kloter) 10 di Embarkasi Medan, Provinsi Sumatera Utara, pada musim haji tahun 1446 Hijriah/2025 M.
Marhani, Aparatur Sipil Negara (ASN) Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memimpin Kloter 10 Embarkasi Medan.
Sebanyak 358 jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 10 Debarkasi Medan tiba di tanah air dengan selamat dengan Pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GIA 3410 di Bandara Kualanamu Deli Serdang, Senin (23/06) sekira pukul 07.37 WIB.
Ketua PPIH Debarkasi Medan, mengucapkan selamat datang selamat kembali ke tanah air, semoga segala amal ibadah yang dilaksanakan di terima Allah dan diampunkan segala dosa serta semoga meraih haji mabrur.
Selain itu, juga mengucapkan selamat kembali ke daerah masing-masing, selamat berkumpul bersama keluarga, semoga selamat dalam perjalanan dan senantiasa selalu dalam lindungan Allah SWT dan selalu sehat wal afiat.
“Atas nama panitia, Ketua PPIH Debarkasi Medan mengucapkan permohonan maaf kepada jemaah haji jika selama pelayanan keberangkatan dan pemulangan ada kesalahan dan kekhilafan,” kata Qosbi.
Sementara itu Kasubbag Humas PPIH Debarkasi Medan, H. Mulia Banurea,S.Ag.M.Si, mengatakan jemaah haji Kloter 10 sebanyak 358 orang berasal dari Kabupaten Mandailing Natal, Kota Medan, Kota Pematangsiantar, Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Simalungun.
“Seorang jemaah haji wafat pada Kloter 10 atas nama Hasanah Sarpin (73) manifes 029 asal Kabupaten Mandailing Natal, wafat tanggal 7 Juni 2025 pukul 3.24 WIB,” ucapnya.
Ia menyebutkan, tiga orang mutasi keluar yakni atas nama Arfan Mulya Azhari nomor manifes 198 (masuk Kloter 05 nomor manifes 197), Martaon Ja Sumba nomor manifes 199 (masuk Kloter 05 nomor manifes 277) dan Samsul Bahri Lubis nomor manifes 200 (masuk Kloter 05 manifes 309).
Kemudian, tiga orang mutasi masuk, yakni atas nama Sriyati Midin Abdullah (nomor manifes 198 eks Kloter 14 nomor manifes 087), Rusmiyadi Suwardi (nomor manifes 199 eks Kloter 14 nomor manifes 088), Damsik Lubis(nomor manifes 029 eks Kloter 22 nomor manifes 103).
“Jemaah haji termuda atas nama Ilman Rahman (20) nomor manifes 055 asal Kabupaten Mandailing Natal, dan jemaaah haji tertua Nurdalela Aritonang (81) nomor manifes 319 asal Kota Medan),” kata Mulia Banurea. (MN)
PLN UID Sumut gelar aksi tanam pohon di Tapteng peringati Hari Bumi Sedunia
Tapanuli Tengah (Satu Nusantara News) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Utara melalui PLN UP3 Sibolga menggelar aksi...









