Medan (Satu Nusantara News) – Guru Besar Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, mengatakan arah kebijakan pendidikan Indonesia yang dinilai membutuhkan perhatian serius untuk menjadikan pendidikan sebagai poros pembangunan.
“Pendidikan patut diseriusi dengan mutu proses belajar di sekolah dengan sumber daya manusia. Pendidikan yang terus disadarkan dan dibina untuk perbaikan mutu,” ucap Prof Syawal Gultom, ketika menerima buku karya tulis yang dibuatnya berjudul “Membangun Negeri dari Sekolah” dari Penerbit Dotplus, di kantornya Unimed, Senin (30/06).
Penerimaan buku karya tulis itu, juga disaksikan oleh Sekretaris Senat Unimed Prof. Dr. Martina Restuati, M.Pd, Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Abil Mansur, M.Si, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Winsyah Putra Ritomga, M.Si, serta bersama dua dosen muda Unimed Dr. Dionisius Sihombing, M.Si., dan Dr. Salman Munthe, M.Si, sebagai penulis mitra dari buku tersebut.
Walau di tengah kesibukannya, sebagai Akademisi dan Guru Besar Unimed, Prof Syawal terus menunjukkan kecintaan dan perhatiannya terhadap karya tulis sebagai bentuk tugas pengabdian bagi masyarakat dan bangsa.
Selain mengajar dan meneliti, Prof Syawal menunjukkan komitmennya mendukung Pemerintah dalam upaya membangun Bangsa. Karena bukunya tersebut hadir sebagai bentuk refleksi mendalam dan tawaran strategis untuk membangun masa depan bangsa melalui penguatan sistem pendidikan nasional.
Ketua Senat Universitas Negeri Medan kembali menegaskan bahwa Pendidikan sebagai fondasi utama kebangkitan bangsa.
“Kalau kita tidak fokus pada sekolah, pendidikan kita tidak dikelola secara serius, maka pembangunan nasional yang diharapkan akan menghadapi kendala yang serius. Kita punya 62 juta generasi masa depan, saat ini sebagai siswa dan mahasiswa, kalau arah pendidikannya tidak diurai dengan tepat maka generasi masa depan akan sulit diandalkan untuk membangun bangsa yang diharapkan,” kata Prof Syawal.
Ia menyebutkan, diperlukan Pemimpin Pendidikan yang fokus untuk menata ulang arah pembangunan sektor Pendidikan, agar pemerintah bersama dengan stakeholder lainnya menempatkan pendidikan sebagai pusat nilai, pusat integritas dan pusat masa depan bangsa.
Dalam diskusi terbatas, Prof. Syawal yang juga mantan Rektor Universitas Negeri Medan dan tokoh pendidikan nasional itu mengatakan, bahwa sejatinya pembangunan bangsa tidak dimulai dari infrastruktur fisik, melainkan pembangunan dari cara berpikir yang dibentuk melalui pendidikan.
“Konsep paling tua di bumi ini bukan membangun gedung, tetapi membangun cara. Dan itulah konsep Tuhan. Manusia diberi akal untuk berpikir, dan sekolah adalah fasilitas untuk melatih itu,” ujarnya.
Prof Syawal menambahkan, sekolah itu bukan tempat numpang belajar, tetapi pusat kejujuran, pusat integritas, pusat menjawab permasalahan bangsa, pusat disiplin. Di situlah masa depan ditentukan.
Buku Membangun Negeri dari Sekolah sendiri memuat pandangan-pandangan kritis serta tawaran solusi konkret mengenai arah baru pendidikan Indonesia. Disusun dengan pendekatan akademik dan pengalaman lapangan, buku ini menempatkan sekolah sebagai pusat transformasi sosial, ekonomi, dan budaya, bukan sekadar tempat belajar formal.
“Kalau pendidikan sungguh-sungguh dibenahi dan dijalankan secara profesional, maka kemajuan bangsa bukan sekadar harapan, melainkan bisa diwujudkan secara nyata,” tulis Prof. Syawal dalam pengantar bukunya.
Buku ini juga menyampaikan pesan penting bahwa investasi terbesar dalam pembangunan nasional bukanlah pada sumber daya alam, melainkan pada kualitas sumber daya manusia yang dibentuk melalui sistem pendidikan yang bermutu, merata, dan berkeadilan.
Diharapkan buku Membangun Negeri dari Sekolah dapat dijadikan sebagai bacaan publik, khususnya masyarakat sekolah dan pencinta sektor Pendidikan. Diharapkan juga dalam waktu dekat akan dilaksanakan peluncuran dan bedah buku sebagai bentuk penyebarluasan gagasan monumental ini kepada masyarakat.(Rel)
Menteri Haji dan Umrah lantik Pj Sekdaprov Sumut jadi Koordinator PPIH Embarkasi Medan
Medan (Satu Nusantara News) - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, melantik Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi...









