Deli Serdang (Satu Nusantara News) – Perjalanan Sugandah adalah bukti nyata bahwa kerja keras, keikhlasan, dan keteguhan hati dalam dakwah akan berbuah manis, kini dirinya menjadi Penyuluh Agama Islam di Kecamatan Sibiru-Biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Kisahnya Sugandah menjadi inspirasi bagi para penyuluh dan generasi muda untuk terus berjuang, apapun rintangannya.
Kini, delapan tahun berlalu, Pria yang mengidolakan Rhoma Irama ini telah resmi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan bertugas di Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang, tepatnya di Seksi Bimas Islam. Sebuah lompatan besar dari perjuangan panjang dan penuh keikhlasan.
“Delapan tahun menjadi penyuluh agama adalah anugerah dan pengabdian yang tak ternilai, saya jalani semua dengan moto ikhlas beramal,” ujar Sugandah dengan mata berkaca saat diwawancarai, Jumat (18/07)
Sugandah menyebutkan, bahwa perjalanan hidup Ayah dari Salsabila Ayunda ini memasuki babak baru ketika seorang pegawai honorer KUA Deli Tua, yang kini telah pensiun, memberitahukan adanya rekrutmen penyuluh agama Islam oleh Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang.
Atas dorongan itu, Sugandah pun mendaftar. Setelah melalui proses seleksi, dirinya dinyatakan lulus dan ditugaskan sebagai Penyuluh Agama Islam di Kecamatan Biru-Biru.
Kecamatan Biru-Biru terdiri atas 17 Desa. Di antara semuanya, ada dua desa yang paling membekas di benak suami dari Sri Wahyuni ini, yakni Desa Peria- Ria dan Desa Kuala Dekah. Bukan karena kemegahan atau keramaian dua Desa tersebut, melainkan karena medan dakwah yang menantang, bahkan menyeramkan.
Bahkan, jelas Sugandah, jalan belum diaspal, akses sulit, tetapi semangatnya tak surut. Dalam hati, ia selalu menggenggam ayat suci: “Intansurullaha yansurkum wayutsabbit aqdamakum”, yang artinya: “Jika kamu menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”
Sebelumnya, Sugandah, pria kelahiran Langkat tahun 1978, yang setiap hari menempuh perjalanan 35 menit demi mengajar di MDTA Khairul Imam. Dengan penghasilan hanya Rp 600.000 per bulan, ia tetap bersemangat menghidupi istri dan ketiga anaknya.
Siapa sangka, dari kesederhanaan Sugandah, langkah besar dalam hidupnya bermula. Di sela-sela kesibukan mengajar, Sugandah mencari peluang tambahan. Ia mencoba peruntungan sebagai penceramah di Radio Suara Medan.
Ujian langsung dari Direktur Suara Medan, Julianus Manalu, berhasil ia lewati dengan mudah. Sugandah resmi menjadi mitra siar, membawa pesan keagamaan ke ruang dengar bagi masyarakat.(Rel)
Ketua Komite: Gubernur Sumut bersikap rasional dan objektif menilai usulan pembentukan Provinsi Sumatera Pantai Timur
Medan (Satu Nusantara News) - Ketua Komite Pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur, Muslim Simbolon, meyakini Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution...









