Jakarta (Satu Nusantara News) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, H.Ahmad Qosbi,S.Ag,MM, menghadiri Silaturrahmi Nasional (Silatnas) FKUB dan Lembaga Keagamaan 2025 di Hotel Atria Tangerang Banten dari tanggal 5-7 Agustus 2025.
Kakanwil Kemenag Sumut H. Ahmad Qosbi, mengapresiasi serta mendukung untuk mewujudkan kerukunan yang berbasis pada state of mind sebagaimana disampaikan oleh Menteri Agama dan sekaligus mendukung pentingnya sosialisasi dan internalisasi kerukunan umat beragama di Sumut.
“Yang dilandasi oleh keyakinan masing-masing, pengetahuan, kesadaran, kemanusiaan dan pemahaman yang berbasis pada peraturan bersama serta mengedepankan kearifan lokal,” kata Ahmad Qosbi.
Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. H. Nazaruddin Umar, MA menekankan pentingnya meningkatkan level kerukunan.
“Dimana kerukunan intern umat beragama harus sudah selesai dan kerukunan antarumat beragama harus sudah not issue (tidak ada lagi isu). Kasus-kasus rumah ibadah yang terjadi di Sukabumi dan Sumatera Barat sifatnya kasus lokal yang harus dapat diselesaikan di tingkat daerah jangan lagi ditarik-tarik ke tingkat nasional,” kata Menteri Agama, dalam pengarahannya pada acara Silaturrahmi Nasional (Silatnas) FKUB dan Lembaga Keagamaan 2025 di Hotel Atria Tangerang Banten.
Selain itu, Menag juga menyampaikan bahwa kerukunan bukan merupakan formal logic tetapi state of mind yaitu kerukunan bukan diukur dari banyaknya Undang-Undang dan Peraturan yang dibuat, tetapi kerukunan adalah persoalan hati dalam bentuknya konsep kerukunan sejati yang didasari pemahaman yang mendalam.
Lebih lanjut Menag menyatakan bahwa agama itu untuk kemanusiaan dimana dalam pemahaman yang lebih mendalam agama tidak ditandai dari atribut tetapi lebih pada tutur kata dan perilaku umatnya.
Sebelumnya Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Prof. Dr.Fil. H. Kamaruddin Amin, M.Ag, menyampaikan laporannya bahwa kerukunan bukanlah warisan melainkan amanah yang harus diperjuangkan.
Kamaruddin juga menyoroti permasalahan konflik pendirian rumah ibadah yang terjadi bukanlah karena perbedaan iman melainkan karena kurangnya komunikasi, koordinasi dan dialog dan keterbukaan umat dalam persoalan-persoalan keagamaan ditengah umat beragama.
Kamaruddin juga mengatakan, pesan Presiden Prabowo agar warga bangsa dapat melakukan rekonsiliasi dan menghilangkan dedam untuk menyembuhkan luka lama yang pernah terjadi diantara anak bangsa.
Sedangkan pesan Menag yang dikutip oleh Kamaruddin adalah agar sesamaa umat beragama dapat saling memaafkan dan memberikan maaf diantara mereka.
Acara Silatnas 2025 dihadiri oleh Menteri Agama dan jajarannya yang didesain pelaksanaannya oleh PKUB Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI dan menghadirkan tokoh-tokoh lintas agama dari FKUB Provinsi seluruh Indonesia, Kakanwil dan Ketua Tim KUB Kemenag seluruh Indonesia.
Silatnas 2025 sebelumnya dimulai dengan tour ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral melalui terowongan Silaturrahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal ke Gereja Katedral.
Selanjutnya acara dibuka oleh Menteri Agama dan juga menghadirkan narasumber dari Kemenko Polkam, Kemenko PMK dan Kemendagri.(Rel)
Menteri Haji dan Umrah lantik Pj Sekdaprov Sumut jadi Koordinator PPIH Embarkasi Medan
Medan (Satu Nusantara News) - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, melantik Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi...









