Medan (Satu Nusantara News) – Tim Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Sumatera Utara menerima informasi bahwa empat desa terdampak bencana banjir yang cukup parah dan memprihatinkan, yakni Desa Mudik, Desa Kinali, Desa Ujung dan Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumut.
“Tangis haru sempat terjadi di Posko Banjir Kecamatan Barus, Kabupaten Tapteng, saat Tim FKPAI Sumut menyerahkan bantuan untuk warga yang terdampak banjir,” ucap Ketua FKPAI Sumut, Rinaldi di Medan, Rabu (17/12).
Ia menyebutkan, momen serah terima bantuan oleh Tim FKPAI Sumut berlangsung secara dadakan dan penuh haru di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapteng, Kamis (11/12). Situasi di lapangan memaksa tim mengubah rencana awal penyaluran bantuan demi merespons kebutuhan paling mendesak para korban banjir.
Semula, bantuan kemanusiaan direncanakan untuk diturunkan di Kantor Kementerian Agama Kota Sibolga. Namun, tanpa menunda waktu, tim langsung bergerak cepat menuju posko bantuan di Barus, yaitu Desa Mudik. Setibanya di lokasi, tim mendapati kondisi warga yang memprihatinkan. Banyak rumah rusak berat, bahkan hanyut terbawa arus banjir, sehingga warga kehilangan hampir seluruh harta benda yang dimiliki.
“Kami sangat membutuhkan pakaian. Rumah kami habis, semua hanyut, yang diakibatkan banjir bandang Sungai Sirahar,” ucap salah seorang tokoh masyarakat Desa Mudik, Imran Tanjung dengan suara bergetar.
Permintaan tersebut langsung direspons oleh tim FKPAI Sumut dengan menurunkan bantuan berupa pakaian bekas layak pakai, dan beberapa paket sembako. Saat bantuan dibagikan, raut kegembiraan tampak jelas di wajah para warga. Senyum, air mata, dan ucapan syukur bercampur menjadi satu dalam suasana yang sangat mengharukan.
Anak-anak, ibu-ibu, hingga lansia terlihat antusias memilih pakaian yang bisa langsung mereka kenakan. Bagi mereka, bantuan tersebut bukan sekadar pakaian, melainkan simbol kepedulian dan harapan di tengah musibah yang melanda.
Ketua FKPAI Sumut, mengatakan bahwa keputusan serah terima bantuan secara dadakan tersebut merupakan bentuk kepekaan tim terhadap kondisi riil di lapangan.
“Dalam situasi darurat seperti ini, yang utama adalah kehadiran dan kepedulian. Kami melihat kebutuhan mendesak warga dan langsung bertindak,” ujarnya.
Sementara itu, serah terima bantuan kemanusiaan dari FKPAI Sumut di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sibolga berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan haru, Kamis (12/12).
Kedatangan Tim FKPAI Sumut disambut dengan antusias oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Sibolga, Muhammad Rosyadi Lubis, Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Sibolga, Suwanto, Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Tapanuli Tengah, Rusli Sibagariang, serta seluruh Penyuluh Agama Islam dan jajaran Kemenag Kota Sibolga.
Kepala Kantor Kemenag Kota Sibolga, Muhammad Rosyadi Lubis, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas inisiatif serta kepedulian FKPAI Sumut terhadap kondisi bencana yang melanda wilayah Sibolga dan Tapteng.
Serah terima bantuan dilakukan secara simbolis oleh Ketua FKPAI Sumut kepada Ketua Pokjaluh Tapteng, Rusli Sibagariang. Suasana haru mewarnai prosesi tersebut, ditandai dengan kebersamaan dan rasa syukur atas kepedulian sesama penyuluh.
Ketua FKPAI Sumut Rinaldi menyampaikan harapannya agar bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban para Penyuluh Agama Islam serta masyarakat yang terdampak banjir dan longsor.
Serah terima bantuan tersebut menjadi penutup rangkaian panjang perjalanan kemanusiaan FKPAI Sumut dalam membantu korban banjir dan longsor di wilayah Pantai Barat Sumut, sekaligus memperkuat solidaritas antarpenyuluh dalam menghadapi situasi bencana.(MN)
Wagub ajak PMNBI untuk terus berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam bangun Sumut
Medan (Satu Nusantara News) - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara Surya mengajak Persatuan Masyarakat Nias Barat Indonesia (PMNBI) untuk terus...









