Medan (Satu Nusantara News) – Musyawarah Daerah (Musda) IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan menjadi ruang penting untuk melahirkan keputusan yang terbaik dan menentukan langkah kedepannya MUI yang relevan dengan perkembangan zaman.
Hal ini disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam sambutannya saat membuka Musda IX MUI Kota Medan di Aula Kantor MUI Medan, Selasa (13/01).
“Musda IX MUI Kota Medan ini diharapkan dapat lahir keputusan yang berdampak baik untuk keberlanjutan organisasi yang membawa nilai-nilai keislaman”, kata Rico Waas.
Dengan digelarnya Musda IX MUI Kota Medan, Rico Waas menyampaikan ucapan selamat bermusyawarah kepada seluruh peserta Musda. Apapun hasil Musda nantinya dapat kita terima dan jalankan programnya.
“Pemko Medan tidak akan mencampuri proses maupun hasil Musda, termasuk dalam pemilihan Ketua MUI Kota Medan periode berikutnya. Seluruh keputusan sepenuhnya menjadi kewenangan MUI Kota Medan”, jelas Rico Waas.
Menurut Rico Waas, tantangan ke depan semakin besar. Perubahan sosial yang bergerak cepat, kemajuan teknologi, serta derasnya arus informasi di media sosial telah mempengaruhi cara berpikir dan bersikap masyarakat, khususnya generasi muda.
“Oleh karena itu, MUI dituntut untuk lebih adaptif dan mampu menghadirkan solusi yang baik. MUI juga memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai pendidikan, etika, dan moral di tengah dinamika tersebut”, ujar Rico Waas.
Rico Waas menambahkan, MUI memiliki tanggung jawab besar dalam merawat generasi muda agar tetap memiliki pegangan nilai keagamaan di tengah perubahan yang serba cepat. Oleh karena itu pentingnya regenerasi ulama dengan lahirnya figur-figur tokoh agama muda yang dapat menjadi teladan dan dekat dengan generasi muda.
“Kedekatan antara ulama dan pemuda dinilai menjadi kunci untuk menjaga masa depan bangsa. Jika jarak antara ulama dan generasi muda semakin jauh, maka tantangan ke depan akan semakin berat”, ucap Rico Waas.
Selanjutnya, Rico Waas mengajak MUI untuk terus bersinergi dengan pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas Kota Medan. Kolaborasi tersebut dinilai penting, terutama dalam menghadapi persoalan sosial seperti kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba.
Diakhir sambutan, Rico Waas berharap siapa pun yang terpilih sebagai Ketua MUI Kota Medan nantinya mampu membawa kesejukan dan keteduhan, serta menjaga MUI tetap berada pada jalur politik nilai, etika, dan pendidikan, bukan terjebak dalam politik praktis.
Sebelumnya, Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum menjelaskan Musda IX MUI Kota Medan, dibahas dan dievaluasi program kerja, perumusan arah kebijakan organisasi, serta pemilihan ketua dan kepengurusan MUI Kota Medan periode berikutnya. Dalam Musda diikuti oleh anggota pleno, pimpinan MUI kecamatan se-Kota Medan, serta perwakilan pondok pesantren.
Hadir dalam Pembukaan Musda IX MUI, Ketua MUI Sumatera Utara Maratua Simanjuntak, Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Prof Agus Sani, Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum, Anggota DPRD Kota Medan Afif Abdillah, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak dan perwakilan Forkopimda Kota Medan, tokoh masyarakat Rahmat Shah, serta Asisten Pemerintahan dan Sosial Muhammad Sofyan, Kaban Kesbangpol Andi Mario serta Plt Kabag Kesra, Agus Suriyono.(MN)
Kapolda Sumut apresiasi layanan digital PLN Mobile saat coba pengisian SPKLU Ultra Fast Charging
Medan (Satu Nusantara News) - Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, mengapresiasi kemudahan layanan digital PLN...









