Medan (Satu Nusantara News) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara, Dr. H. Zulkifli Sitorus, MA, menekankan pentingnya kekompakan dan persatuan seluruh jemaah haji saat berada di Tanah Suci Mekkah.
“Jaga kebersamaan, saling membantu, dan jaga nama baik bangsa selama menjalankan ibadah haji,” ucap Zulkifli, dalam sambutannya ketika melepas 355 jemaah haji Kloter 5 Embarkasi Medan di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, Minggu (26/04) malam, berangkat ke Tanah Suci Mekkah.
Ia mengingatkan bahwa setibanya di asrama haji, tidak ada lagi perbedaan asal daerah, melainkan menjadi satu kesatuan sebagai Kloter 5 Sumatera Utara, bahkan sebagai jemaah haji Indonesia saat berada di Tanah Suci.
“Jaga kebersamaan, saling membantu, dan jaga nama baik bangsa selama menjalankan ibadah haji,” katanya.
Zulkifli menyebutkan bahwa proses pemberangkatan dilaksanakan secara singkat tanpa seremoni panjang. Kebijakan tersebut merupakan arahan pimpinan pusat guna menjaga kondisi fisik jemaah tetap prima setelah menempuh perjalanan dari daerah masing-masing.
Kakanwil juga mendoakan seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran, dan kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
“Semoga Allah SWT memberikan perlindungan dan keberkahan kepada seluruh jemaah,” ucapnya.
Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap jemaah. Prosesi pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera pataka secara simbolis kepada petugas kloter, sebagai tanda dimulainya perjalanan ibadah haji.
Data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medann, jumlah jemaah Kloter 5 sebanyak 355 orang, terdiri atad 140 pria dan 215 wanita. Mereka berasal dari berbagai daerah di Sumatera Utara, yakni Kota Medan sebanyak 216 jemaah, Kabupaten Tapanuli Selatan 127 jemaah, Kabupaten Asahan 2 jemaah, Kota Pematangsiantar 1 jemaah, Kabupaten Labuhanbatu Utara 1 jemaah, serta Kabupaten Deli Serdang 2 jemaah.
Jemaah termuda atas nama Refano Muhammad Albie (15) asal Kota Medan nomor manifes 113, sedangkan jemaah tertua adalah Nurhasanah Ritonga (83) asal Kabupaten Tapanuli Selatan, nomor manifes 238.
Satu jemaah batal berangkat, yakni Basro Nasution, nomor manifes 337, karena mengalami Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) eksaserbasi akut disertai desaturasi sehingga memerlukan penanganan medis lebih lanjut. Selain itu, tiga jemaah batal berangkat, yakni Abdul Hasyim Siregar nomor manifes 345, karena mengalami demensia. Pendampingnya, Nur Hasanah Gultom nomor manifes 346, turut batal berangkat. Sementara itu, Adi Suharto Samidjo, nomor manifes 146 gagal berangkat karena kondisi kesehatan sebelum masuk asrama.
Setibanya di Arab Saudi, jemaah Kloter 5 akan menempati Hotel Bara Taiba Nomor 504 (Sektor 5) di Madinah dan Hotel Wehdah Al Khair Nomor 603 (Sektor 6) di Mekkah.
Jemaah didampingi oleh enam petugas kloter, yaitu Rahmadsyah Siregar (TPHI/Pimpinan Kloter), Anwar Budi (TPIHI/Pembimbing Ibadah), Rusdy Shaleh Harahap (TKHI/Dokter), Lislianti Siregar (TKHI/Paramedis), Erri Zulkifli Siregar (PHD), dan Nikmal Fauzi Lubis (PHD). Selain itu, terdapat sembilan ketua rombongan (Karom) yang bertugas mengoordinasikan jemaah selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah.(Rel)
Kakanwil Kemenaj Sumut kunjungi jemaah haji asal Jatim yang alami tehnical landing di Bandara Kualanamu
Medan (Satu Nusantara News) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Utara, Dr Zulkifli Sitorus meninjau dan memastikan...








