Mekkah (Satu Nusantara News) – Sepasang suami istri asal Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Sugiono (65) dan Nariah (55) melakukan perjalanan atau “toiring” dengan menggunakan sepeda motor dari Sumbawa ke tanah suci Mekkah.
Perjalanan fenomenal yang mereka lakukan bukanlah perjalanan biasa melainkan perjalanan “touring” Sumbawa-Mekkah yang ditempuh selama 6 bulan 10 hari.
Ketika keduanya tiba dan berhenti di Maktab KNO 02 Mekkah, Ketua Kloter 02 KN0 Medan Judri Hutagalung langsung menyambangi pasangan suami istri itu yang kelihatan dikerumuni para jemaah haji Indonesia.
Dari pengalaman kedua pasangan itu menceritakan bahwa mereka sedikitpun tidak mengalami kendala saat berada di tanah suci.
“Tak ada kendala, mulai dari Indonesia ke tanah suci, hanya saja di Iran yang sedikit mengalami kendala mengenai bahasa di negara tersebut,” ujar Sugiono di Mekkah, Kamis (20/06) dengan tersenyum sumringah saat ditanya Judri Hutagalung.
Sugiono berbagi pengalaman, saat pasangan suami istri (Pasutri) berada di Makkah, sempat ditangkap pihak keamanan Mekkah karena tidak memiliki tasyrekh (surat izin beribadah haji) sehingga mereka sempat diinterogasi.
“Setelah kami ceritakan bahwa kami bukan untuk ibadah haji hanya berniat touring, tetapi kalau Allah SWT berkehendak kami haji kami berpasrah diri. Mendengar cerita itu lantas pihak keamanan Arab Saudi tanpa diduga memfasilitasi pasangan itu sehingga mereka bisa berhaji,” ucap Sugiono dengan terharu dan penuh semangat.
Sugiono menjelaskan, Alhamdulillah, berkat Allah SWT, mereka berdua (suami istri) sudah menunaikan ibadah haji, melalui kegiatan touring yang dilakukan dari Sumbawa ke Mekkah. Hal ini tentunya seluruhnya adalah kehendak dari Allah Yang Maha Kuasa.
Sugiono juga mengatakan, saat berada di tanah suci, petugas keamanan di Mekkah juga sudah menawar Honda Beat yang dikendarainya seharga 10.000 SR.
“Kendaraan Honda yang dibawa dari Indonesia dihargai petugas keamanan di Arab Saudi, senilai 10.000 rial, tapi belum dikasih,” jelas warga Sumbawa itu.
Ia menambahkan, rencananya apabila cocok harga Honda ini, akan dilepas dan pulang ke Indonesia naik pesawat. Sambil menaiki sepeda motor pasangan suami istri itu pamit dan akan ke Masjidil Haram untuk memarkirkan kendaraan mereka.
“Kami permisi ya pak, karena pihak keamanan Arab Saudi mewajibkan setiap malam memarkirkan kendaraan ini di sana,” kata Sugiono.
Menteri Haji dan Umrah lantik Pj Sekdaprov Sumut jadi Koordinator PPIH Embarkasi Medan
Medan (Satu Nusantara News) - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, melantik Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi...









