Medan (Satu Nusantara News) – Sebanyak tiga orang jemaah haji di kelompok terbang (Kloter) 01 asal Kabupaten Asahan, Debarkasi Medan, Sumatera Utara, wafat di tanah suci Mekkah.
“Ketiga jemaah haji itu atas nama Ahmad Faisal Sinaga bin Soleh Sinaga (56) asal Kabupaten Asahan, manifest 301, Comorfid Asma, wafat Minggu, 16 Juni 2024 di Jalur Jamarat Mina dengan Diagnosa Respitory Failure ec Asthma Chronic Acute Exacerbation + Heat Stroke,” ucap Plt Humas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan, Imam Mukhair, di Asrama Haji Medan, Senin (24/06).
Imam menyebutkan, selanjutnya jemaah haji Tawaluddin (94) asal Kabupaten Asahan, manifest 95, Comorbid Hipertensi + Old MCI, wafat Minggu, 17 Juni 2024 di Pos Kesehatan Satelit Mina dengan Diagnosa Cardiac Arrest + Severe Hypoglicemia + Low intake geriatri problem.
“Jemaah haji Ngainah Tukimin (60) asal Kabupaten Asahan, manifest 336, Comorbid Hipertensi, wafat Minggu, 23 Juni 2024 di RSAS (Al Noor Specialist Hospital) dengan Diagnosa Cardiac Arest + Seizure ec Meningoencephalitis,” ucapnya.
Ia menjelaskan total jemaah haji yang berangkat ke tanah suci 360 orang, yakni laki-laki 142 orang dan perempuan 218 orang.
“Total jemaah haji yang pulang dari tanah suci 357 orang yaitu laki-laki 141 orang dan perepuan 216 orang,” kata Imam.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan H. Ahmad Qosbi, menyampaikan kepada jemaah haji agar menjaga predikat haji yang telah dilaksanakan selama 40 hari di tanah suci.
“Betapa susah payah bapak/ibu melaksanakan rangkaian ibadah haji di tanah suci, oleh karenanya jagalah predikat haji tersebut dengan baik dengan menjaga sikap serta menjadi teladan di tengah-tengah masyarakat,” ucap Qosbi, saat menyambut rombongan jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 1 Debarkasi Medan
di Aula 1 Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, Senin (24/06) dini hari.
Qosbi mengucapkan Ahlan Wa Sahlan Dhuyufurrahman, selamat kembali ke tanah air, semoga segala amal ibadah jemaah haji di terima Allah SWT serta meraih predikat haji dan hajjah yang mabrur dan mabrurah.
“Di kloter 1 ini sudah nampak ciri-ciri haji mabrur, di Bandara Kualanamu jemaah haji disambut dengan hujan yang merupakan tanda Rahmat dari Allah SWT dan di Asrama Haji Medan disambut dengan kumandang azan subuh yang sangat luar biasa,” ujarnya.
Ia mengatakan ciri-ciri haji mabrur lainnya terlihat dari wajah jemaah haji yang tidak terlihat letih. “Saat berangkat ke tanah suci berseri-seri dan setelah kembali ke tanah air bersinar-sinar,” katanya.
Kepala Kanwil menambahkan, jemaah haji juga diminta menjaga Ukhuwah Islamiyah setelah pelaksanaan ibadah haji dengan membentuk pengajian yang dilaksanakan dalam satu atau dua bulan serta membentuk Serikat Tolong Menolong (STM).
“Jemaah haji harus menjadi contoh yang baik di keluarga, di tempat kerja dan utamanya di tengah-tengah masyarakat. Jadilah sosok yang menjadi penyejuk dan pembawa kedamaian di masyarakat, jangan sampai kita dijauhi masyarakat, tetapi kehadiran kita setelah berhaji bisa dirindukan dan dibutuhkan masyarakat,” jelas Qosbi.
Menteri Haji dan Umrah lantik Pj Sekdaprov Sumut jadi Koordinator PPIH Embarkasi Medan
Medan (Satu Nusantara News) - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, melantik Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi...








