Medan (Satu Nusantara News) – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meminta kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Sumut untuk terus mengoptimalkan kelistrikan di Sumut, seperti listrik masuk desa, kolaborasi investasi di bidang energi, serta peningkatan pelayanan PLN kepada masyarakat Sumut.
Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution saat bertemu dengan General Manajer PLN Unit Induk Distribusi Sumut Ahmad Syauki di Rumah Dinas Gubernur Sumut di 41 Medan, Kamis (21/08).
“Tugas kami (Pemprov Sumut – red) adalah melayani masyarakat. Selama ini keluhan-keluhan disampaikan ke kami. Masyarakat tak minta yang aneh-aneh sih Pak, jangan padam listrik,” ucap Bobby.
Bobby menyampaikan, keluhan dari masyarakat yang sering dihadapi adalah terkait pemadaman listrik. Kemudian terkait masyarakat yang tinggal di daerah yang belum mendapat fasilitas listrik dari PLN.
Selanjutnya, Bobby juga menyampaikan tentang investasi di sektor energi.Nilai investasi di sektor ini sangatlah besar. Untuk itu, ia meminta kepada PLN untuk berkolaborasi menaikkan nilai investasi di sektor energi di Sumut.
“Kalau tak salah, nilai investasi untuk sektor ini bisa mencapai Rp 28 triliun. Kalau saja ada satu investor yang mau berinvestasi ke Sumut, maka nilai investasinya sudah separuh dari target investasi kita, yakni Rp 53 triliun yang ditetapkan oleh BKPM,” ucapnya.
Bobby berharap persoalan listrik masuk desa, agar semua wilayah di Sumut, 100 persen sudah teraliri listrik. Karena, sesuai dengan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, mempunyai program Digitalisasi Pelayanan Publik Cepat, Responsif, Handal, dan Solutif (CERDAS). Karena itu, kebutuhan listrik sangat penting dalam mewujudkan program CERDAS.
General Manajer PLN Unit Induk Distribusi Sumut Ahmad Syauki mengatakan, saat ini ada 45 desa di Sumut yang belum dialiri listrik. Biasanya, ada beberapa faktor mengapa belum dialiri listrik PLN. Apakah desa tersebut berada di sebuah pulau atau masalah jaringan yang belum terbangun. Pihaknya memanfaatkan energi surya dan menyedian baterai untuk desa yang berada di pulau.
“Tahun 2027 dipastikan 100 persen semua sudah dialiri listrik. Saat ini ada 4,5 juta pelanggan PLN. Sebanyak 90 persen adalah untuk kebutuhan rumah tangga. Untuk kebutuhan industri ada di Kawasan Industri Medan, KIM Star, dan KEK Sei Mangkei,” ucap Ahmad Syauki, yang baru dua bulan bertugas di Sumut.
Ahmad Syauki juga mengatakan, pada Desember mendatang juga akan ada penambahan 500 MW dari PLTA Batangtoru. Ia berharap penambahan ini bisa lebih mengoptimalkan sistem kelistrikan di Sumut.
“Kalaupun ada pemadaman saat ini, lebih kepada pemeliharaan,” katanya.
Turut hadir pada pertemuan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sumut Effendy Pohan, Kepala Dinas Perindag ESDM Sumut Fitra Kurnia, General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sumbagut Dewanto, serta jajaran direksi PT PLN.(Diskominfo Sumut)
PLN UID Sumut wujudkan pemerataan energi melalui pembangunan jaringan listrik di Desa Patialo Kabupaten Madina
Mandailing Natal (Satu Nusantara News) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan...









