Tarutung (Satu Nusantara News) – Heriyanto (57) usaha tukang gigi di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, bersama istrinya Nur’ainun (54) yang tergabung di kelompok terbang (Kloter) 03 Embarkasi Medam berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah, Selasa (06/05).
Menunaikan ibadah haji ke Baitullah (Ka’bah) di Mekkah merupakan impian bagi banyak umat muslim karena ibadah ini dianggap sebagai perjalanan rohani yang istimewa dan memiliki banyak keutamaan.
Kisah inspiratif pasangan suami istri (Pasutri) dari Taput, Heriyanto (57) dan Nur’ainun (54) dapat dijadikan pelajaran yang sangat berharga, dimana tekad yang kuat disertai kerja keras dapat mewujudkan impian mereka berangkat haji.
Pasutri yang berasal dari Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur merantau ke Kota Tarutung, pada tahun 2000. Dengan memulai usaha sebagai tukang gigi, sampai mulai di kenal orang di daerah Tarutung.
Usaha mereka untuk mempersiapkan agar bisa berangkat ke Mekkah, banyak mengalami tantangan karena penghasilan yang tidak stabil. Selain itu, mereka juga memperjuangkan empat orang anak masih sekolah dan kuliah. Bahkan, diantara anak mereka juga sudah ada yang meraih sarjana.
Namun, komitmen pasutri ini untuk mewujudkan keinginan bersama menunaikan rukun Islam kelima terwujud pada tahun 2013 dengan mendaftarkan diri menjadi calon jamaah di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Taput.
“Kami sengaja mendaftar haji hanya dengan niat dan doa yang tulus, nabung sedikit demi sedikit untuk bisa berangkat menunaikan ibadah haji. Alhamdulillah bisa terwujud dalam waktu 12 tahun penantian,” ucap Heriyanto di Tarutung, Sabtu (01/05).
Ia menyebutkan, keberhasilan ini adalah berkat dukungan dan doa sang istri yang sangat besar. Istrinya memiliki semangat dan kesabaran yang cukup tinggi, sehingga akhirnya mendapat panggilan dari Allah SWT untuk pergi haji.
“Jika sang istri tidak pandai menyisihkan dan mengelola keuangan dengan baik, mungkin belum tentu kami bisa berangkat haji. Tetapi karena niat yang tulus dan doa yang tulus, maka Allah SWT memudahkan rezeki kami sampai saat ini,” jelas Heriyanto, dengan penuh semangat.
Heriyanto juga menyadari bahwa ibadah haji adalah panggilan dari Allah SWT. “Allah SWT yang memilih siapa dan kapan waktu yang tepat untuk seseorang dapat menunaikan ibadah haji, Ketika Allah SWT, belum ridho, pasti selalu ada alasan gagal berangkat, entah itu karena sakit, bencana ataupun ajal,” ujar Heriyanto, mersa bersyukur atas keberangkatan mereka di tahun ini.
Ia berharap, dalam perjalanan ibadah haji nanti, selalu diberi kesehatan, kemudahan dan dalam lindungan Allah SWT.
“Saya bersama sang istri tercinta, bisa kembali ke tanah air dengan selamat mendapat predikat haji dan hajjah yang mabrur dan mabrurah,” kata Heriyanto, didampingi istrinya Nur’ainun, dalam keadaan gembira bisa berangkat haji.
Hendriyanto bersama sang istri tergabung dalam Kloter 3 Embarkasi Medan, dijadwalkan masuk ke Asrama Haji Medan, Senin (05/05) dan berangkat ke tanah suci Selasa, (06/05).(Rel).
PLN UID Sumut gelar aksi tanam pohon di Tapteng peringati Hari Bumi Sedunia
Tapanuli Tengah (Satu Nusantara News) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Utara melalui PLN UP3 Sibolga menggelar aksi...









