Medan (Satu Nusantara News) – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Alexander Sinulingga, mengklarifikasi bahwa dirinya tidak pernah melarang media untuk melakukan peliputan di lingkungan kantornya Disdik Sumut sebagaimana munculnya pemberitaan di beberapa media online.
“Saya tidak pernah melarang wartawan, dalam menjalankan tugas jurnalistik di kantor Disdik Sumut,” ucap Alexander, di depan para wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Pemprov (FWP) Sumut, dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Rabu (21/01).
Alexander menyebutkan, bahwa dirinya selama ini cukup dekat dengan media, bahkan saat baru pertam kali bertugas di Disdik Sumut, sering mengadakan wawancara dengan para wartawan.
“Wawancara itu, juga dilakukan dengan media di dalam ruangan kerjanya di kantor Disdik Sumut, karena dekatnya dengan wartawan,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan, Disdik Sumut tidak pernah tertutup dengan media yang sedang menjalankan tugas.
Kadisdik Sumut, menambahkan pihaknya akan membuat atau menata sebuah ruangan khusus bagi tamu-tamu yang mempunyai keperluan di kantor Disdik Sumut.Para tamu tidak lagi diperkenankan untuk memasuki ruangan tempat bekerja di Disdik Sumut, karena dapat mengganggu pekerjaan.
“Jadi, misalnya ada tamu yang ingin berurusan dengan Kabid SMA di kantor Disdik Sumut, dan mereka lah nantinya yang ketemu dan mengadakan pembicaraan dalam ruangan khusus untuk penerimaan tamu, dan tidak perlu masuk dalam ruangan kerja,” ucapnya.
Alexander menambahkan, dia juga akan melaksanakan sesuai perintah dari Gubernur Sumut, Bobby Nasution untuk melakukan pengawasan kepada Kepala Sekolah SMA, SMK dan SLB Negeri se-Sumut, saat acara pelantikan kepala sekolah tersebut di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut.
Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyerahkan Surat Keputusan (SK) penugasan kepada 248 kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Sumut, dan agar jangan ada pungutan liar (Pungli).
“Saya minta tolong benar-benar pahami manajemen keuangan, agar tidak ada lagi kasus-kasus keuangan di sekolah, agar tidak ada lagi pungli-pungli, tidak ada lagi anak yang terbebani pendidikannya karena biaya,” kata Bobby, dalam sambutannya saat penyerahan SK Penugasan Kepala Sekolah Jenjang Pendidikan SMA, SMK, dan SLB Negeri Provinsi Sumut di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Senin (19/01).
Untuk mengurangi beban peserta didik, Bobby menargetkan pada tahun 2029 seluruh SMA, SMK, dan SLB Negeri di Sumut digratiskan biaya sekolahnya. Bahkan, target tersebut diharapkan dapat dimajukan menjadi tahun 2027 atau 2028.
“Target kita 2029, seluruh sekolah di Sumut harus sudah bisa gratis. Tahun ini selain di Nias, kita tambah lagi lima di daerah terdampak bencana, jadi harusnya bisa maju lagi. Karena tahun ini sudah ditambah jadi bisa maju di 2027 atau 2028,” ujar Bobby.(MN)
BPDSM Sumut dorong peningkatan kompetensi ASN melalui penjajakan kerja sama dengan Singapura
Medan (Satu Nusanara News) - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumatera Utara, selain menghadirkan sistem pembelajaran digital, juga terus...









