Sibolangit (Satu Nusantara News) – Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Sumatera Utara menghadirkan Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Medan, membahas religi integritas kemanusian dalam program penguatan kapasitas HAM bagi komunitas.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di The Hill Hotel & Resort Sibolangit, Kabupaten Sibolangit, Rabu (24/09).
Program yang dipimpin Kakanwil KemenHAM Sumut-Kepri, Dr. Flora Nainggolan, menggabungkan nilai-nilai universal HAM dengan kearifan lokal dan ajaran agama, menciptakan pemahaman yang lebih mendalam tentang kemanusiaan dalam konteks masyarakat majemuk Indonesia.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumut, Prof. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, MA menghadirkan konsep inovatif “Maqashid Kerukunan” sebagai terjemahan integritas kemanusiaan.
“Maqashid Kerukunan merupakan terjemahan integritas kemanusiaan yang melampaui sekadar toleransi pasif,” ucap Prof Syukri.
Prof Syukri menyoroti keterbatasan konsep toleransi yang menurutnya “sering hanya berhenti pada sikap pasif dan jarak diam-diam,” dan mengajukan pendekatan yang lebih aktif dan konstruktif melalui kerangka “Trilogi Kerukunan,”.
Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Medan Dr. Zulheddi, MA memberikan perspektif yang melengkapi dengan membahas “HAM dalam Perspektif Agama,”.
“HAM sebagai hak dasar bagi manusia merupakan hak dasar manusia yang harus dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara maupun masyarakat,” kata Dr. Zulheddi.
Dr. Zulheddi menekankan bahwa nilai-nilai HAM sesungguhnya memiliki akar yang kuat dalam ajaran agama-agama, sehingga tidak ada pertentangan mendasar antara prinsip-prinsip keagamaan dengan hak asasi manusia universal.
Kegiatan yang dimoderatori Zulfadli menciptakan ruang dialog konstruktif antara pemahaman keagamaan dan prinsip-prinsip HAM universal, menunjukkan bahwa kedua perspektif ini saling memperkuat dalam membangun masyarakat yang berkeadilan.
Diskusi interaktif yang berlangsung menunjukkan antusiasme peserta dalam memahami bagaimana nilai-nilai agama dapat menjadi landasan kuat bagi penegakan HAM di tingkat komunitas.
Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model replikasi bagi daerah lain dalam membangun harmoni sosial berbasis nilai-nilai universal HAM dan kearifan lokal, membuktikan bahwa keberagaman agama dan budaya justru menjadi kekuatan dalam menegakkan martabat kemanusiaan.(MN)
Lapas Kelas I Medan gelar Apel Deklarasi Komitmen Bersama ciptakan situasi bersih peredaran narkoba dan telepon genggam
Medan (Satu Nusantara News) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan melaksanakan Apel Deklarasi Komitmen Bersama dalam menciptakan situasi yang...









