Jumat, September 25, 2026
  • Login
Satu Nusantara
  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TNI POLRI
  • HUKUM & KRIMINAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TNI POLRI
  • HUKUM & KRIMINAL
No Result
View All Result
Satu Nusantara
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TNI POLRI
  • HUKUM & KRIMINAL
Home NASIONAL

Pemprov Sumut bersama Kemendagri terus perkuat sinergi pencegahan tidak pidana perdagangan orang

Munawar by Munawar
Februari 26, 2026
in NASIONAL
0
Penjabat Sekdaprov Sumut, Sulaiman (tengah) foto bersama dengan peserta sosialisasi pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) melalui kegiatan Sosialisasi di Medan. (Satunusantara news/HO-Diskominfo Sumut)

Penjabat Sekdaprov Sumut, Sulaiman (tengah) foto bersama dengan peserta sosialisasi pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) melalui kegiatan Sosialisasi di Medan. (Satunusantara news/HO-Diskominfo Sumut)

320
SHARES
2.5k
VIEWS

Medan (Satu Nusantara News) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) melalui kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi yang digelar di Medan.
Kolaborasi ini menegaskan komitmen bersama untuk menekan angka kasus serta melindungi masyarakat dari kejahatan perdagangan manusia.
“TPPO bukan sekadar angka dalam laporan statistik, melainkan kejahatan kemanusiaan yang merampas masa depan individu dan keluarga” ujar Penjabat Sekdaprov Sumut, Sulaiman pada kegiatan yang berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Kamis (26/02).
Sulaiman merespons positif langkah Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum tersebut.
“Hingga Maret 2025, tercatat ratusan korban yang didominasi perempuan dan anak-anak. Modusnya pun kian canggih, mulai dari tawaran kerja luar negeri melalui media sosial hingga eksploitasi seksual,” ujar Sulaiman.
Sulaiman menjelaskan, posisi geografis Sumut sangat rentan karena memiliki garis pantai timur sepanjang 545 km yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka dan Samudra Hindia. Mobilitas penduduk yang tinggi serta keberadaan jalur-jalur “tikus” di wilayah pesisir menjadi tantangan besar bagi aparat penegak hukum.
“Penanganan TPPO tidak bisa dilakukan secara parsial. Kita butuh pendekatan komprehensif, pencegahan melalui edukasi, penindakan hukum yang tegas, serta perlindungan korban,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Kewaspadaan Nasional Ditjen Polpum Kemendagri Aang Witarsa Rofik, yang membuka kegiatan tersebut secara virtual, mengungkapkan alasan kuat mengapa Kota Medan dipilih sebagai lokasi koordinasi tahun ini. Data menunjukkan tren peningkatan kasus yang signifikan di wilayah ini.
Ia menjelaskan, berdasarkan data Statistik Kasus TPPO (Data Polri & Kementerian Terkait), terdapat 392 kasus dengan 471 korban pada 2024. Kemudian pada 2025 meningkat menjadi 396 kasus dengan 465 korban terdeteksi. Data Polri juga mencatat 691 kasus dengan total 1.583 korban, di mana Sumut menempati posisi tertinggi. Pada Januari 2026 saja, tercatat 289 korban dari luar negeri telah dipulangkan, termasuk warga asal Sumut.
“Tagline kita adalah ‘Cegah TPPO dan Lindungi Indonesia’. Kami mencatat modus operandi kini semakin sulit dideteksi, termasuk penipuan melalui skema magang (internship) luar negeri, tawaran pendidikan, hingga pengantin pesanan yang memanfaatkan teknologi informasi,” jelas Aang Witarsa.
Kemendagri menekankan bahwa pencegahan harus dimulai dari unit terkecil, yakni desa dan kelurahan. Kerja sama dengan Dinas Dukcapil diperkuat untuk memantau pengurusan dokumen kependudukan yang mencurigakan sebagai langkah deteksi dini.
Diharapkan kegiatan ini menghasilkan sejumlah poin kesepakatan untuk mendorong peran aktif pemerintah kabupaten/kota dan jajaran Forkopimda, termasuk sinkronisasi data antarinstansi guna mempermudah identifikasi korban dan pelaku, serta memastikan dukungan pemerintah daerah terhadap program pencegahan dari sisi regulasi maupun anggaran.
Kegiatan ini dihadiri berbagai elemen, mulai dari unsur Polri, LSM, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama. Melalui forum tersebut, diharapkan lahir rekomendasi konkret yang dapat segera diimplementasikan guna memutus rantai perdagangan manusia di Sumut.(MN)

Previous Post

Wagub: Pemprov Sumut komitmen serap aspirasi masyarakat yang disampaikan anggota DPRD

Next Post

Menteri Desa puji keseriusan Gubernur Sumut entaskan Nias Utara keluar dari status daerah tertinggal

Munawar

Munawar

Related News

Wali kota Medan berangkatkan 10 pelajar ke Ipoh Malaysia

Wali kota Medan berangkatkan 10 pelajar ke Ipoh Malaysia

by Munawar
September 23, 2026
0

Medan (Satu Nusantara News) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberangkatkan 10 pelajar dari empat sekolah untuk...

Pemprov Sumut-Amerika Serikat perkuat kemitraan strategis buka peluang investasi dan perdagangan baru

Pemprov Sumut-Amerika Serikat perkuat kemitraan strategis buka peluang investasi dan perdagangan baru

by Munawar
September 21, 2026
0

Medan (Satu Nusantara News) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memperkuat kemitraan strategis dengan Pemerintah Amerika Serikat (AS), khususnya...

Gubernur bersama 33 kepala daerah se- Sumut tanda tangani komitmen bersama KPK perbaiki tata kelola pemerintahan

Gubernur bersama 33 kepala daerah se- Sumut tanda tangani komitmen bersama KPK perbaiki tata kelola pemerintahan

by Munawar
September 17, 2026
0

Medan (Satu Nusantara News) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution bersama 33 kepala daerah se-Sumut menandatangani komitmen...

Gubernur bersama 33 kepala daerah se- Sumut tanda tangani komitmen bersama KPK perbaiki tata kelola pemerintahan

Gubernur bersama 33 kepala daerah se- Sumut tanda tangani komitmen bersama KPK perbaiki tata kelola pemerintahan

by Munawar
September 17, 2026
0

Medan (Satu Nusantara News) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution bersama 33 kepala daerah se-Sumut menandatangani komitmen...

Next Post
Menteri Desa puji keseriusan Gubernur Sumut entaskan Nias Utara keluar dari status daerah tertinggal

Menteri Desa puji keseriusan Gubernur Sumut entaskan Nias Utara keluar dari status daerah tertinggal

Angka kemiskinan Sumut di bawah nasional dan menempati posisi ke- 17 terendah di Indonesia

Angka kemiskinan Sumut di bawah nasional dan menempati posisi ke- 17 terendah di Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News

Pemprov Sumut mulai laksanakan pembangunan dua ruas jalan provinsi  menghubungkan Kabupaten Toba dan Labura 

Pemprov Sumut mulai laksanakan pembangunan dua ruas jalan provinsi  menghubungkan Kabupaten Toba dan Labura 

April 1, 2026
IKAT’88 gelar event bergengsi 40 Years Inauguration Golf Tournament di Pondok Indah Golf Course Jakarta

IKAT’88 gelar event bergengsi 40 Years Inauguration Golf Tournament di Pondok Indah Golf Course Jakarta

November 16, 2024

Dosen Agama Islam Unimed beri pendampingan bagi mahasiswa belajar baca Al- Qur’an

Oktober 26, 2024
ADVERTISEMENT

Alamat Redaksi

Jalan Halat Nomor 34/17 Kelurahan Pasar Merah Barat, Kecamatan Medan Kota,Kota Medan, Sumatera Utara.

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak

Hak Cipta Satunusantara.news© 2025 Web Development PT.TAB

No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TNI POLRI
  • HUKUM & KRIMINAL

Hak Cipta Satunusantara.news© 2025 Web Development PT.TAB

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In