Medan (Satu Nusantara News) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, melalui Dinas Perhubungan Sumut memberikan prioritas program mudik gratis Idulfitri 1447 H/2026 bagi keluarga yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Tapanuli Selatan (Tapsel).
“Pemprov Sumut sangat memperhatikan dan peduli kepada keluarga yang terdampak bencana alam tersebut, untuk mudik Lebaran ke kampung halaman mereka di Taput, Tapteng dan Tapsel, karena hal ini merupakan momen penting untuk dapat berkumpul dan sekaligus merayakan Idulfitri,” kata Plt Kabid Transfortasi Dishub Sumut, M. Harahap, menjawab wartawan pada konferensi pers yang digelar di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jumat (6/03).
Menurut Harahap, cukup banyak bagi keluarga yang terdampak bencana mendapat kursi program mudik gratis tahun ini, dan salah satu kepedulian Pemprov Sumut untuk meringankan biaya mereka.
“Keluarga korban yang terdampak bencana, tidak perlu memikirkan ongkos pulang ke kampung halaman karena telah dibantu oleh Pemprov Sumut,” ucapnya.
Sebelumnya, Pemprov Sumatera Utara menyediakan 5.500 kursi untuk program mudik gratis untuk menyambut Idulfitri 1447 H/2026 berbagai moda transportasi, mulai dari angkutan jalan, kereta api, transportasi laut, hingga penyeberangan.
“Program ini menjadi solusi untuk perjalanan pulang kampung yang aman, nyaman dan tanpa biaya bagi warga Sumatera Utara,” ujar Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut, Rochani Litiloly, dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jumat (6/03).
Pendaftaran program Mudik Gratis Idulfitri 1447 H/2026 bersama Pemprov Sumut dibuka secara daring melalui laman https://mudikgratis.pemprovsu.id sejak 2 hingga 10 Maret 2026. Pendaftaran akan ditutup lebih awal apabila kuota telah terpenuhi.
Adapun jadwal keberangkatan mudik gratis untuk angkutan jalan dilaksanakan pada 17, 18, dan 19 Maret 2026, sedangkan arus balik pada 26, 27, dan 28 Maret 2026. Untuk kereta api, keberangkatan dijadwalkan pada 16, 18, 27, dan 28 Maret 2026. Sementara angkutan laut akan berangkat pada 16 dan 23 Maret 2026.
Rochani menjelaskan, untuk transportasi darat disediakan sebanyak 3.120 kursi dengan sejumlah rute, antara lain Medan–Sibuhuan–Sosa, Medan–Gunung Tua–Padangsidimpuan, Medan–Sibolga–Barus, Medan–Sidikalang–Salak, serta Medan–Padangsidimpuan.
“Hingga hari ini kami sudah melakukan verifikasi data pemudik yang mendaftar sebanyak 4.500 dan saat ini masih berproses untuk pengambilan tiket. Sesuai SOP kami pemudik harus mendaftar secara online dan pengembilan tiket secara offline, di sini kami melihat keseriusan calon pemudik,” katanya.
Setelah proses verifikasi, calon pemudik diberikan waktu selama dua hari untuk mengambil tiket. Apabila tiket tidak diambil dalam batas waktu tersebut, Dishub Sumut akan menghubungi yang bersangkutan. Jika calon pemudik membatalkan keberangkatan, maka Tim IT Dishub akan mencoret data pendaftar dan memberikan keterangan pembatalan.
“Kami tetap membuka antrean pendaftaran, jika ada calon pemudik yang membatalkan tetap kami berikan kuotanya kepada yang lain,” ujarnya.
Untuk moda kereta api, disediakan 800 kursi rute Medan–Rantau Prapat dan 500 kursi rute Medan–Tanjungbalai. Sementara angkutan laut menyediakan masing-masing 400 kursi untuk rute Belawan–Batam dan Batam–Belawan.
Moda transportasi penyeberangan juga disiapkan bagi masyarakat yang akan mudik ke Kepulauan Nias melalui rute Sibolga–Gunungsitoli dan Gunungsitoli–Sibolga. Pemudik diharapkan dapat tiba di Sibolga pada malam hari agar dapat langsung terkoneksi dengan keberangkatan kapal pada pukul 22.00 WIB.
Selain itu, Dishub Sumut juga telah menggelar rapat koordinasi terkait angkutan Lebaran dan pelaksanaan mudik gratis. Sejumlah persiapan dilakukan, seperti pemeriksaan kelaikan kendaraan (ram check) di pool dan terminal, tes urine bagi sopir, serta koordinasi bersama Jasa Raharja, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumut, dan Dinas Kesehatan.
Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dishub Sumut, Riris Sijabat, menambahkan bahwa untuk menjamin keselamatan dan kelancaran lalu lintas selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, Pemprov Sumut bersama Dirlantas Polda Sumut, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumut, BPTD, dan Jasa Raharja juga telah melakukan survei kondisi prasarana jalan di jalur mudik.
Survei tersebut dibagi dalam tiga rute utama jalur mudik di Sumatera Utara. Hasilnya, ditemukan sejumlah titik rawan kemacetan, kecelakaan, dan longsor di berbagai jalur yang dilalui pemudik.
“Untuk perjalanan mudik gratis yang tidak bisa dilalui via Batu Lobang karena masih dalam proses perbaikan dan dijanjikan BBPJN akan selesai bulan Desember tahun ini. Jadi untuk bus mudik gratis akan dilalui dari Simpang Rampa – Poriaha sampai ke Sibolga,” jelas Riris
Kondisi terkini kebencanaan di Sumut per 8 Januari 2026. Dari 33 kabupaten/kota di Sumut, sebanyak 18 daerah terdampak bencana, dengan kondisi terparah terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Humbang Hasundutan, serta Kota Sibolga. Total estimasi kerugian akibat bencana mencapai Rp 17,23 triliun.
Per 8 Januari 2026, masyarakat terdampak bencana mencapai 479.045 kepala keluarga (KK) atau 1.803.549 jiwa. Jumlah pengungsi tercatat sebanyak 3.371 KK atau 13.378 jiwa. Korban meninggal dunia sebanyak 372 jiwa, sementara korban luka-luka mencapai 126 jiwa. Kerugian akibat bencana pada sektor infrastruktur, ekonomi, dan sosial diperkirakan mencapai Rp 17,23 triliun.
Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut telah memasuki masa transisi darurat bencana selama tiga bulan, dengan fokus pada penyelamatan masyarakat, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pengurangan jumlah pengungsi melalui pembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap).(MN)
Rutan Labuhan Deli gelar kegiatan Penamatan dan Pembukaan Program Pembinaan Kepribadian Warga Binaan
Labuhan Deli (Satu Nusantara News) – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Labuhan Deli menggelar kegiatan Penamatan Angkatan I sekaligus...









