Medan (Satu Nusantara News) – Penampilan Marsada Band yang menampilkan kekayaan seni dan budaya Kabupaten Samosir
menjadi klimaks dari pagelaran bertema “Jantung Peradaban Batak” dan berhasil memukau ribuan pengunjung Panggung Keong di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 tahun 2026.
Pengunjung kelihatan berebut posisi terbaik menyambut Marsada Band, grup musik Batak yang paling ditunggu pada Malam Seni Budaya Kabupaten Samosir, Jumat malam (24/7).
Sekitar 1.000 pengunjung memadati area pertunjukan, saat intro lagu Boan Ma Salendang dinyanyikan, penonton langsung bergoyang ria. Suasana semakin riuh, ketika Marsada Band membawakan lagu yakni Marmasak Sandiri, Aut Sura Boi Ma Nian, Mataniari Binsar, hingga lagu Dos Do Nakkokna.
Bahkan, nyanyian massal yang dikumandangkan dengan riuh gembira oleh penonton juga tak terelakkan. Barisan penonton, terdiri atas anak muda, orang tua ikut bergoyang dan berjoget mengikuti irama musik hingga lagu terakhir.
Sebelum konser dimulai, penonton diajak untuk mengikuti sejarah terbentuknya Danau Toba dan Pulau Samosir melalui narasi serta visual letusan Gunung Toba sekitar 74 ribu tahun silam.
Nuansa sakral kemudian hadir lewat Tonggo dan Tortor Pangurason, ritual penyucian dalam tradisi Batak yang diperagakan dengan percikan air jeruk purut dan beras sipir ni tondi. Kemudian, disusul Tortor Rudang Hangoluan dan tari kreasi Marsiadapari hasil kolaborasi Sanggar Seni Angel Elkanean dan Sanggar Seni Jolo New Samosir.
Tak kalah dengan penampilan yang cukup menarik, yakni kelompok taganing yang dimainkan anak-anak usia sekolah dasar, mendapat sambutan hangat dan tepukan penonton, karena kemampuan mereka memainkan alat musik tradisional Batak.
Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom hadir menyaksikan seluruh rangkaian acara. Tanpa menyampaikan sambutan, ia memilih membaur bersama mIasyarakat menikmati pertunjukan. Sesekali Vandiko tampak ikut bergoyang mengikuti irama lagu Marsada Band.
Bagi Indah Situmorang, salah seorang penari, Malam Seni Budaya Samosir, mengakui bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan tahunan. Ini adalah ruang bertumbuh bagi pelaku seni.
“Saya sudah lima kali ikut, sejak masih SMA sampai sekarang sudah lulus kuliah. Setiap tahun selalu ada tema baru, teman baru, pengalaman baru, dan kesempatan memperkenalkan budaya Samosir kepada masyarakat,” ujar Indah Situmorang.
Selain menyajikan pertunjukan seni, panitia juga menggelar kuis berhadiah voucher menginap di sejumlah hotel di Samosir dan suvenir dari Bank Sumut. Sejumlah pengunjung yang berhasil menjawab pertanyaan mengaku terkesan dengan destinasi wisata Samosir yang dinilai aman, indah, dan memiliki harga tiket objek wisata yang terjangkau.
Malam Seni Budaya Kabupaten Samosir merupakan bagian dari agenda rutin PRSU 2026 yang menampilkan kekayaan seni dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara secara bergiliran. Penampilan Marsada Band yang memadukan musik modern dengan instrumen tradisional Batak seperti taganing, garantung, kecapi, dan suling menjadi penutup yang mengunci antusiasme penonton hingga acara usai.(Rel)
Rutan Kelas I Labuhan Deli ikuti Pembukaan Rakor Kemenimipas 2026 dan Peresmian Aplikasi Star Proaksi
Labuhan Deli (Satu Nusantara News) – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Labuhan Deli turut mengikuti kegiatan Pembukaan Rapat Koordinasi...









