Medan (Satu Nusantara News) – Setiap personel Polda Sumatera Utara memahami bahwa keberadaan media sosial (Medsos) bukan hanya sekadar sebuah opsional, tetapi sebuah keharusan.
“Kita tidak bisa membiarkan diri kita tertinggal dalam arus informasi yang bergerak cepat di era digital ini,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, saat memimpin apel pagi di Mapolda Sumut, Kamis (02/05).
Hadi menyebutkan akun media sosial bukan hanya sekadar platform untuk mempublikasikan kegiatan kepolisian, tetapi juga sebuah jendela yang membuka kesempatan bagi masyarakat untuk melihat sebenarnya.
Sebuah revolusi tak hanya dalam operasional, tetapi juga dalam cara berkomunikasi dengan masyarakat.
Dalam visinya, setiap tweet, setiap postingan, setiap story di Medsos adalah langkah kecil menuju pemahaman yang lebih baik antara polisi dan masyarakat.
“Tak hanya tentang bagaimana kita terlihat, tetapi juga tentang bagaimana kita mendengar. “Jangan sampai kita tertinggal dalam arus informasi yang mengalir begitu cepat di Medsos”. Memperingatkan agar setiap personel Polda Sumut tetap waspada dan terhubung dengan informasi terkini yang beredar di dunia maya,” ucapnya.
Kabid Humas mengatakan inovasi ini adalah tentang memahami bahwa dalam era di mana segalanya bergerak cepat, adaptasi adalah kunci untuk tetap relevan.
“Kita harus menjadi pelopor, bukan penonton, dalam perubahan ini,” katanya.
Hadi menambahkan setiap personel Polda Sumut untuk menjadi agen perubahan dalam institusi kepolisian yang mereka cintai. Sebuah pintu yang membawa kepolisian lebih dekat dengan masyarakat melalui langkah-langkah inovatif dalam dunia digital.
Wagub ajak PMNBI untuk terus berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam bangun Sumut
Medan (Satu Nusantara News) - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara Surya mengajak Persatuan Masyarakat Nias Barat Indonesia (PMNBI) untuk terus...









