Medan (Satu Nusantara News) – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Basarin Yunus Tanjung, menjelaskan bahwa sedimen yang dijadikan tanggul sepanjang 10,5 kilometer di sungai Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) rusak akibat banjir yang terjadi pada 11 dan 16 Februari 2026.
“Pemerintah akan melakukan normalisasi sungai ini, sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa dan tidak lagi terjadi banjir di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapteng,” ucap Basarin, menjawab wartawan pada temu pers di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Rabu (25/02).
Menurut Basarin, sedimen sungai yang selama ini beserta material terdapat di sungai pada peristiwa banjir di Kecamatan Tukka pada November 2025, dijadikan tanggul penahan sungai.
“Namun, kejadian banjir pada tanggal 11 dan 16 Februari 2026, sedimen yang dijadikan tanggul hancur dan akan diganti dengan pembangunan bronjong penahanan sungai tersebut,” ucap Basarin.
Basarin juga menambahkan, pemerintah akan melakukan normalisasi sungai yang selama ini penyebab terjadinya banjir di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapteng.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, selaku Ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera, mengapresiasi kinerja Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution dan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu.
Tito salut dengan kinerja dan ide menggunakan sedimen sungai di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapteng untuk menjadi tanggul.
Kecamatan Tukka, terutama Kelurahan Hutanabolon menjadi daerah yang paling terdampak banjir dan longsor akhir November 2025, Sungai yang melintasi kelurahan ini dipenuhi lumpur, batu dan kayu sehingga air tumpah ke pemukiman warga.
Pemprov Sumut, Pemkab Tapteng dan pusat segera melakukan normalisasi sungai ini sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas. Sedimen sungai yang menumpuk beserta material yang menyumbat sungai dijadikan tanggul penahan sungai.
“Saya salut dengan ide ini, air lancar dan sedimennya dijadikan tanggul. Model seperti ini perlu kita kerjakan bukan cuma di Sumut, tetapi juga di Aceh dan Sumbar,” kata Tito Karnavian, saat meninjau pengerjaan normalisasi sungai di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapteng, Sabtu (24/01).
Selain mengubah sedimen menjadi tanggul, Pemkab Tapteng dan Pemprov Sumut juga bekerja sama membangun jembatan penyeberangan manusia untuk mempermudah mobilitas warga. Jembatan tersebut menghubungkan pemukiman dan lahan sawah serta kebun masyarakat.
“Jembatan temporer tetapi sangat bermanfaat, mempermudah mobilitas masyarakat di sini, ide dan kerja samanya sangat bagus,” kata Tito.
Gubernur Sumut, Bobby Nasution menambahkan tanggul yang dibangun akan dipermanenkan untuk memberikan keamanan maksimal kepada masyarakat setempat. Tanggul yang dibangun tersebut sepanjang 10,5 Km, bekerja sama dengan Kementerian PUPR, Pemkab Tapteng, TNI dan Polri.
“Sekarang lagi pengerjaan, sungainya statusnya provinsi, tanggul kanan kiri ini nanti akan dipermanenkan bekerja sama dengan Kementerian PUPR, TNI, Polri dan Pemkab Tapteng,” kata Bobby Nasution.(MN)
Wamenhaj RI: Pentingnya kesiapan Sumut penyangga operasional haji nasional tangani jemaah transit
Medan (Satu Nusantara News) - Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan pentingnya kesiapan Sumatera Utara sebagai...









