Lubuk Pakam (Satu Nusantara News) – Ustazah Jamilah memulai perjalanannya selama 10 tahun mengajarkan Al Qur’an di kalangan masyarakat Desa Paluh Kemiri, Desa Bakaran Batu dan Desa Sekip di Kecamatan Lubuk Pakam, akhirnya diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kementerian Agama Deli Serdang.
Jamilah dengan tekad kuat dan semangat tanpa pamrih, memulai semuanya tanpa adanya fasilitas, tanpa kendaraan dinas, tanpa ruangan khusus, dan tanpa gaji tetap. Namun hatinya begitu penuh oleh cinta kepada Al-Qur’an dan kepedulian terhadap umat, bahwa membaca Al-Qur’an bukan hanya kewajiban, tetapi juga jendela ilmu dan petunjuk hidup.
“Setiap sore hingga malam, berjalan kaki atau menumpang kendaraan seadanya untuk menyambangi Dusun-Dusun yang terpencil dan cukup jauh. Terkadang dirinya di kejar anjing saat melewati sawah menuju lokasi pengajian Dusun Skepel, namun semangat juangnya tak pernah lelah,” ucap Jamilah, dalam percakapan di Lubuk Pakam, Rabu (23/07).
Jamilah menyebutkan, terkadang pengajian Al Qur’an yang diadakan yakni di beranda rumah warga, di teras masjid, bahkan di balai desa yang gelap dan beralaskan tikar.Pengajian Al-Qur’an dibukanya dengan sabar kepada Ibu-ibu yang tak pernah mengecap pendidikan formal, kakek-nenek yang sudah lanjut usia, hingga anak-anak yang belum mengenal huruf Arab, semua disambut dengan tangan terbuka.
Bagi Ustazah Jamilah yang memiliki hoby menyanyi dan mengaji, satu orang bisa membaca Al-Qur’an adalah satu kemenangan besar. Ia tidak hanya mengajarkan huruf hijaiyah, tetapi juga nilai-nilai kesederhanaan, kasih sayang, moderasi beragama, dan cinta akan perdamaian.
“Selama satu dekade, lebih dari 1.000 orang telah disentuh oleh tangannya. Ia telah membebaskan ratusan warga dari buta aksara Al-Qur’an, dan membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan istiqamah dan cinta,” ucapnya.
Semangat dan dedikasinya yang cukup itu akhirnya mendapat pengakuan dari negara. Pada tahun 2024, setelah melalui proses panjang, Ustazah Jamilah resmi diangkat menjadi PPPK di lingkungan Kementerian Agama Deli Serdang.
“Bukan status yang saya kejar, tetapi keberkahan dari apa yang saya perjuangkan selama ini,” kata Jamilah dengan penuh haru saat menerima SK Pengangkatan Menjadi PPPK.
Ia juga menjelaskan, bahwa menjadi PPPK bukan akhir, tetapi merupakan babak baru dalam pengabdian.”Saya ingin membangun program literasi Qur’ani yang lebih luas, terstruktur, dan berkelanjutan agar Al Qur’an terus menggema diseluruh penjuru pelosok bumi,” ujar Jamilah yang sangat mengidolakan Imam Besar Masjidil Haram Syekh Abdurrahman bin Abdul Aziz bin Abdullah bin Muhammad as-Sudais .
Jamilah, menambahkan meskipun saat ini dengan status barunya sebagai PPPK, namun dirinya tetap turun ke lapangan, tetap mengajar, tetap menjangkau masyarakat yang belum mampu membaca Kalamullah.
Ia membuktikan bahwa jabatan tak mengubah niatnya, justru menjadi suatu amanah untuk bekerja lebih giat lagi dan sungguh-sungguh dalam mengamalkan segala ilmu pengetahuan yang dimilikinya.
Ustazah Jamilah adalah teladan bagi para penyuluh Agama Islam lainnya.Ia tetap menunjukkan bahwa dengan kesabaran, ketulusan, dan kerja nyata, pengabdian yang sunyi pun akan sampai ke telinga langit, dan akhirnya sampai pula pada pengakuan bumi.
“Mengajarkan satu huruf hijaiyah bisa jadi amal jariyah sepanjang hayat. Selama masih ada yang belum bisa membaca Al-Qur’an, selama itu pula saya akan terus berjalan di daerah-daerah pedesaan yang terpencil jauh,” kata Jamilah dengan penuh haru sambil meneteskan air mata (Rel)
17.627 peserta SMA SMK dan MA ikuti UTBK-SNBT 2026 di Unimed
Medan (Satu Nusantara News) - Sebanyak 17.627 peserta siswa-siswi SMA/SMK dan MA mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer – Seleksi Nasional...









