Tapanuli Selatan (Satu Nusantara News) – Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Periode 2021-2024, Rasyid Assaf Dongoran, MSi, memberikan pesan khusus kepada seluruh petani di Kabupaten Tapsel di masa-masa akhir jabatannya. Dimana Politisi Golkar ini akan mengakhiri jabatannya pada Februari 2025.
“Saya bukan manusia sempurna, tapi adalah etis jika saya akan mengakhiri masa jabatan saya sebagai Wakil Bupati (Wabup) pada Februari 2025 nanti dengan memberikan pesan kepada para petani Tapsel,” ujar Rasyid di Tapsel, Jumat (13/12).
Pesan Rasyid adalah, selalu konsisten sebagai petani dengan bekerja dan berpikir untuk dunia pertanian. Di mana, para petani dituntut untuk mengunjungi dan mengeluarkan tenaga mengolah lahan pertanian dan pekarangan rumah dengan komoditi pertanian.
Kemudian, habiskan waktu minimal 4 hingga 5 jam per hari dari Senin sampai Kamis sebagai petani yakni, mengolah lahan dan tanaman, baik merawat maupun memanennya dengan benar.
Selanjutnya, tidak mengeluh soal biaya pupuk kimia dan pestisida, insektisida, dan fungisida. Karena hal ini bisa diracik secara tradisional dari aneka ragam tumbuhan di sekitar lahan. Serta, hanya perlu komitmen kerja dan menimba ilmu.
“Tinggalkan sifat mau menghadiri penyuluhan pertanian hanya karena ada uang pertemuan, bukan murni karena ingin menimba ilmu,” ucap Rasyid.
Ia mengatakan belajar mengelola tanah yang baik dengan memanfaat cangkul dan parang secara baik. Artinya, lahan pertanian butuh kebersihan dan kerapian. Lalu, bagi petani yang beragama muslim, rajin-rajin mengucapkan doa yang langsung diajarkan Allah.
“Yang mana, hal tersebut tertera pada Al Quran Surah Al Kahfi ayat ke-39 yakni, Bismillahirohmannirohim, Masya Allah, la haula wala quwwata illa billah,” jelasnya.
Seterusnya, rajin berinfak atau sedekahkan tenaga untuk membantu petani tetangga dan hindari konflik batin. Karena manusia yang hatinya bebas dari sangka dan pikiran buruk serta gemar sedekah/infak (tenaga) akan mendapatkan janji Allah dibalas rezeki.
Kemudian, jangan meninggalkan Shalat Wajib. Apalagi, Shalat Jum’at saat berada di kebun, jika berkerja pada Jumat. Dan hitung bayar zakat pertanian sembari berdoa agar serangan hama penyakit tanaman tidak ganas. Jika berbuat dosa maka seringlah ber istigfar.
“Jangan terlalu bergantung pada pemerintah, bahkan mengeluh, marah, ghibah atau gosip berkenaaan program pertanian dari pemerintah. Jadilah dan berupayalah sebagai petani ulet dan mandiri serta lebih mengedepankan kekompakan sesama petani dalam menyelesaikan biaya kebutuhan pengelolaan lahan pertanian,” katanya.
Rasyid menambahkan, khusus bagi petani Tapsel yang beragama Kristen, ia berpesan agar terus tekun bekerja dan beribadah dan menghindari konflik, sebagaimana yang disampaikan. Dan jangan lupa “Parpuluhan” hasil pertanian.
“Harapannya, keuletan dan kegigihan petani di masa mendatang, akan membawa Kabupaten Tapsel lebih baik dan maju dari segi perekonomian,” katanya.
Ia juga memohon maaf jika perannya sebagai Wabup selama 3,8 tahun dan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati selama 2 bulan, belum terasa optimal untuk membangun sektor pertanian di Tapsel.
“Itu bukan kehendak saya. Tapi ada situasi yang tidak baik saya sampaikan pada ranah publik. Saya minta maaf sebesar besarnya dan kepada Allah SWT saya mohon ampunan. Sekali lagi, saya ucapkan terimakasih kepada seluruh petani Tapsel,” kata Rasyid. (Prokopim Tapsel).
Kakanwil Ditjen Imigrasi Sumut kukuhkan Forum Komunikasi Penanganan Deteni dan Pengungsi
Medan (Satu Nusantara News) - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara, Parlindungan, meresmikan Forum Komunikasi Penanganan Deteni dan...









