Medan (Satu Nusantara News) – Wali kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang tengah memimpin rapat dengan Pimpinan Perangkat Daerah dan Camat berusaha menyelamatkan diri setelah merasakan goncangan gempa dan mendengar suara sirene di Balai Kota Medan.
Dengan spontan Rico Waas bersama peserta rapat berlindung di bawah meja sambil meletakkan tangan di atas bagian kepala serta leher, saat terjadinya gempa di kawasan kantor Wali Kota Medan, Selasa (4/11).
Bunyi sirine yang cukup keras mengagetkan para pegawai yang menyadari terasanya goncangan di gedung berlantai empat tersebut akibat gempa bumi. Seketika para pegawai panik dan mencari tempat berlindung yang aman.
Satu menit berjalan, saat situasi sudah dinyatakan aman dan suara sirine berakhir, petugas keamanan mengarahkan Wali kota Medan Rico Waas beserta kepala Dinas dan Camat untuk bergegas turun menggunakan tangga dengan posisi tangan tetap di atas bagian kepala serta leher, kemudian berkumpul di titik yang telah ditentukan.
Kemudian, para pegawai yang berada di ruangan tiap-tiap lantai, mereka bergegas turun dengan melewati jalur evakuasi sesuai arahan petugas
Saat hendak turun ke lantai bawah terlihat beberapa pegawai yang terluka akibat terkena reruntuhan material bangunan yang ambruk, usai gempa bumi berkekuatan 9,2 skala richter yang berpusat di pantai barat Sumatera Utara. Sebagian dari mereka dibantu rekannya untuk ikut keluar dari kantor Wali kota Medan, namun sebagian lagi masih menunggu pertolongan petugas, akibat mengalami luka berat.
Saat asih proses evakuasi dan Rico Waas bersama pegawai lainnya telah berada di titik kumpul halaman kantor Wali kota, terdengar suara ledakan akibat konsleting listrik yang memicu terjadinya kebakaran dari lantai empat. Suasana yang cukup mencekam ini membuat histeris para pegawai.
Selanjutnya, datang sejumlah petugas yang terdiri atas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, Dinas Kesehatan dan elemen pentahelix dalam pengurangan resiko bencana diantaranya TNI Polri, PMI Kota Medan Orari, Rapi, Akademisi dan Stikes Mitra Husada serta para relawan ke kantor Wali kota dengan armada dan peralatan lengkap.
Begitu tiba di lokasi, sebagian petugas langsung mengeluarkan peralatan untuk memadamkan api dan sebagian petugas lainnya melakukan evakuasi dan penyelamatan pegawai yang masih terjebak di dalam kantor Wali kota Medan.
Saat proses evakuasi dan penyelamatan, Wali kota Medan Rico Waas setelah meyakini dirinya selamat dan aman juga ikut turut membantu mengevakuasi dengan mengangkat tandu yang berisikan pegawai yang terluka menuju tenda darurat penyelamatan. Selain itu Rico Waas juga menenangkan sebagian pegawai yang trauma dikarenakan panik akibat kejadian tersebut.
Selanjutnya proses evakuasi dan penyelamatan juga dilakukan petugas dari lantai tiga dengan menurunkan pegawai yang terjebak menggunakan tali selling atau dengan kata lain operasi penyelamatan vertikal (vertical rescue). Tak hanya itu, dengan menggunakan mobil tangga Damkarmat, petugas juga menyelamatkan pegawai yang terjebak di lantai 4 kantor wali kota. Proses evakuasi dan penyelamatan juga dilakukan petugas dengan cara suspension rescue.
Namun, ternyata gempa yang terjadi di lingkungan Kantor Wali kota Medan, hanya simulasi bencana yang dilakukan BPBD Kota Medan dalam rangka untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana terutama gempa bumi.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, mengatakan simulasi siaga bencana gempa bumi ini dilakukan agar kita siap siaga dan mengingatkan kita bahwa bencana tidak tau kapan waktunya datang.
Rico Waas menjelaskan, melalui simulasi ini semua, termasuk dirinya dan Pimpinan Perangkat Daerah maupun Camat dan Lurah setidaknya harus memahami apa yang dilakukan pertama jika terjadi bencana alam. Selain itu, juga harus dipahami daerah Indonesia termasuk bagian baratnya masuk dalam bagian cincin api yang kemungkinan bisa saja terjadi bencana alam gempa bumi.
“Kita ingat kembali, di tahun 2004 terjadi gempa bumi di Aceh dan 2005 terjadi juga gempa bumi di Nias yang getarannya terasa sampai di Kota Medan. Jadi melalui simulasi ini kita dapat merefresh kembali agar kita tetap siaga, apalagi di tingkat pemerintah kota harus dipahami masyarakat akan membutuhkan bantuan kita”, kata Rico Waas.
Menurut Rico Waas, simulasi seperti ini harus rutin dilakukan agar lebih memberikan pemahaman kepada kita semua terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana alam khususnya gempa bumi. Terutama di wilayah yang menjadi titik parah jika terjadi bencana, nantinya akan kita lakukan secara berkala latihan seperti ini.
“Pelatihan nantinya dapat dilakukan sederhana seperti menutup kepala saat hendak keluar atau evakuasi diri jika terjadi gempa bumi. Kita akan lakukan pelatihan dengan serius dan berkala”, jelas Rico Waas.
Terkait jalannya simulasi bencana hari ini, Rico Waas mengakui berjalan dengan lancar dan baik. Namun akan terus dilakukan evaluasi untuk mengetahui kendala dan kekurangan baik itu peralatan maupun personel.
“Hari ini simulasi bencana berjalan lancar. Namun akan terus dilakukan evaluasi guna mengetahui kekurangannya,” kata Rico Waas.(Diskominfo Medan)
General Manajer PLN UID Sumut tinjau progres pembangunan jaringan listrik di Desa Unte Makmur Tapteng
Tapanuli Tengah (Satu Nusantara News) - General Manajer PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Mundhakir, turun langsung meninjau progres...









