Medan (Satu Nusantara News) – Jembatan Idano Noyo, di Kabupaten Nias Barat yang diperbaiki oleh Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, yang sebelumnya rusak akibat diterjang banjir dan dipastikan pada akhir Januari 2026 ini, telah dapat difungsikan dengan baik serta dilalui masyarakat.
“Perbaikan infrastruktur ini merupakan bagian dari program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) melalui Infrastruktur Terintegrasi (INSTANSI), sebagai langkah cepat Gubernur Sumut, dalam menangani persoalan infrastruktur di Kepulauan Nias,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut, Hendra Darmawan, menjawab wartawan pada temu pers di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Rabu (28/01).
Hendra menyebutkan, sebelumnya jembatan Idano Noyo sudah sangat memprihatinkan dan jalannya sulit untuk dilalui warga karena rusak, selain itu juga terbuat dari kayu.
Saat dimulainya pembangunan jembatan yang berlokasi di Kabupaten Nias Barat itu, juga dihadiri langsung oleh Gubernur Sumut.
“Pengerjaan pembangunan jembatan di Kepulauan Nias, juga sedikit mengalami kendala akibat dampak pengaruh peristiwa bencana alam banjir yang terjadi di Kota Sibolga pada akhir November 2025,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini, progres pembangunan jembatan tersebut telah rampung, dengan pekerjaan yang meliputi pemasangan rangka jembatan, pemasangan bronjong, serta pengerjaan oprit jembatan.
Sebelumnya, Ama Pian Zai, warga Desa Tuwuna, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, merasa senang dengan jalan dan jembatan yang diperbaiki oleh Gubernur Bobby Nasution di daerah tersebut.
“Dulunya warga masyarakat harus menempuh waktu hingga dua jam untuk pergi dari Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, menuju Kota Gunungsitoli. Namun setelah jalan di wilayah tersebut mulai diperbaiki oleh Gubernur Bobby Nasution, waktu tempuh kini jauh lebih singkat, hanya sekitar satu jam,” kata Pian, Minggu (16/11).
Perbaikan infrastruktur ini merupakan bagian dari program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) melalui Infrastruktur Terintegrasi (INSTANSI), sebagai langkah cepat Gubernur Bobby dalam menangani persoalan infrastruktur di Kepulauan Nias. Sejumlah ruas jalan provinsi yang ditingkatkan di antaranya Gunungsitoli, Tuhemberua, Lolowua, dan Manderehe.
Selain itu, juga tengah dibangun Box Culvert di Kota Gunungsitoli.
Pian menyebutkan, terasa perubahan, dan jarak tempuh yang dulunya dua jam, namun sekarang hanya satu jam.
“Kami warga Desa Tuwuna berterima kasih pada Pak Bobby karena jembatan Idano Noyo juga dibangun,” ujar Pian.
Dampak positif juga dirasakan Remon Zai, warga Desa Tuwuna, mengaku bahwa perbaikan jalan membuat pendapatan warga meningkat dan memberikan kemudahan di sektor kesehatan maupun pendidikan.
“Kami masyarakat income bertambah, kesehatan juga tidak ada lagi kendala, juga dari segi pendidikan,” kata Remon.
Hal senada juga disampaikan Agustinus Zai, bahwa kondisi jalan dari Nias Barat menuju Gunungsitoli sebelumnya cukup parah dan menghambat mobilitas warga. Dengan adanya perbaikan, akses kembali lancar dan waktu perjalanan semakin singkat.
“Kondisi jalan dari Gunungsitoli sebelumnya agak parah, tahun ini sudah mulai bagus, dan transportasi serta mobilitas masyarakat bisa lancar,” ujar Agustinus.(MN)
Rutan Labuhan Deli gelar kegiatan Penamatan dan Pembukaan Program Pembinaan Kepribadian Warga Binaan
Labuhan Deli (Satu Nusantara News) – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Labuhan Deli menggelar kegiatan Penamatan Angkatan I sekaligus...









