Medan (Satu Nusantara News) – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyerap aspirasi warga Jalan Tuba 3, Kelurahan Tegal Sari Mandala 2, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, setelah bertahun-tahun mereka hidup menggunakan air keruh dari sumur bor yang rusak, akhirnya saat ini untuk mendapatkan air bersih menjadi kenyataan.
“Sudah lama kami susah dapat air bersih. Kalau pun ada, kami harus menampung dari Mushala.Tetapi sekarang Alhamdulillah meteran air sudah terpasang dan air bersih pun mengalir langsung ke dalam rumah,” ucap Mariamas, wajah sahdu saat bertemu Wali kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam kegiatan Gotong Royong dan Sapa Warga, di Jalan Srikandi – Tuba 2, Sabtu (19/07).
“Langkah cepat dan responsif dari Wali kota Rico Waas, yang bekerja sama dengan PDAM Tirtanadi, telah mengakhiri kelangkaan air bersih bagi 300 kepala keluarga di kawasan padat penduduk tersebut. Semua dilakukan tanpa memungut biaya sepeser pun.Gratis Pak, meterannya juga gratis,” ucap Mariamas, didampingi Kepala Lingkungan 13, Evi, dan tokoh masyarakat Hj. Rosalina.
Ia menyebutkan, apa yang dilakukan Wali kota Rico Waas bukanlah hal yang baru. Setiap akhir pekan selalu menyapa langsung warganya dari Kecamatan ke Kecamatan, menyerap keluhan, dan menindaklanjuti dengan solusi nyata.
Di Kecamatan Medan Denai, selain persoalan air bersih, berbagai keluhan lain pun direspons dengan sigap. Misalnya, ruang tunggu sempit di Puskesmas, banjir karena parit tidak terawat, hingga persoalan warga miskin yang kesulitan berobat karena tak memiliki ponsel Android untuk mendaftar JKN.
Setelah meninjau langsung kondisi Puskesmas, menilai fasilitasnya sudah baik. Soal ruang tunggu, sebutnya, akan diperluas.
Rico Waas juga memerintahkan Camat agar menempatkan petugas untuk membantu menjaga kendaraan pasien yang diparkir di simpang Lorong Puskesmas.
Terkait banjir, Rico Waas, juga memberi instruksi kepada pihak Dinas SDABMBK dan Kecamatan untuk mengeruk parit di wilayah tersebut pada hari itu juga.
Yang paling menyentuh, saat seorang warga mengeluhkan ditolaknya pendaftaran berobat di rumah sakit hanya karena tidak memiliki handphone. Mendengar itu, Rico Waas langsung memerintahkan Kepala Puskesmas agar membantu mendaftarkan pasien-pasien seperti itu.
“Kita tidak boleh membiarkan satu pun warga kita kehilangan haknya untuk berobat, hanya karena keterbatasan alat,” ucapnya pada kegiatan yang turut dihadiri sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan .
Sebelum menutup kegiatan, Wali kota mengingatkan seluruh aparatur pemerintahan, dari Kepling hingga Camat, untuk selalu memperhatikan dan melayani warga.
“Kalau ada yang tidak peduli, laporkan ke saya. Kita ditugaskan untuk membantu rakyat, bukan mempersulit,” kata Rico Waas.
Wali kota Medan Rico Waas, menutup kegiatan tersebut dengan aksi kemanusiaan, dan menyerahkan langsung bantuan bagi warga korban kebakaran beberapa hari lalu. Bantuan meliputi perlengkapan sekolah, KTP, tempat tidur, selimut, dan makanan bergizi.(Diskominfo Medan)
Ketua Komite: Gubernur Sumut bersikap rasional dan objektif menilai usulan pembentukan Provinsi Sumatera Pantai Timur
Medan (Satu Nusantara News) - Ketua Komite Pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur, Muslim Simbolon, meyakini Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution...









